Skip to main content
x

Yuk Menelusuri Asal Usul Nama Pulasari Pandeglang, Gunung Keramat Kerajaan Sunda, Tempat Ibadah Sunan Gunung Jati

KONFRONTASI -   Pulasari merupakan salah satu kecamatan di Pandeglang Banten, yang merujuk pada gunung terkenal di Banten. 

Dengan sumber mata air yang bersih dan segar, juga dihiasi beragam tumbuhan dan sumber daya alam lainnya yang memberikan suasana lingkungan yang asri.

Gunung Pulasari sendiri hingga kini terkenal sebagai gunung keramat, dengan berbagai cerita yang dahulunya banyak beragam peristiwa sejarah berkaItan dengan kerajaan Sunda.

Bahkan, masyarakat sekitar Banten dan luar Banten masih meyakini dan merasakan betapa keramatnya gunung Pulasari.

Dilansir KabarBanten.com dari toponimi nama-nama tempat dalam buku Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten 2014 yang disusun oleh Juliadi dan Neli Wachyudin, Asal usul nama Pulasari yang merujuk pada salah satu gunung di Banten.

Yaitu nama kecamatan yang kemungkinan asal namanya berasal dari nama sebuah tanaman Pulosari. Pulasari merupakan tanaman liar di daerah pegunungan yang namanya sering disebut dengan nama ‘Palasan’ atau nama latinnya yaitu Alyxia stellata, yang termasuk dalam keluarga Apocynaceae.

Tanaman tersebut merupakan jenis tanaman yang merambat dengan kuliit batang putih yang memiliki wangi tertentu dan rasanya yang pahit.

Selain itu, kulit batangnya mengandung zat-zat samak, kumarin, zat pahit dan alkaloida.

Berdasarkan keterangan sejarah Banten, nama Pulasari yang merujuk pada salah satu Gunung.

Banyak diceritakan bahwa gunung Pulasari memainkan peran yang sangat penting terutama pada masa kerajaan Sunda di Banten Girang.

Sebagai tempat yang memiliki nilai kekeramatan yang berkaitan dengan kekuasaan politik Sunda, sebagaimana dicatat oleh Guillot, dkk.

Menurut Guillot dkk tahun 1996 menyatakan bahwa sampai abad ke XVI gunung Pulasari merupakan tempat yang masih menjadi tempat keramat di Banten dan sebagai pusat suci kerajaan Hindu. Dalam manuskrip Babad Banten karangan Djajadiningrat tahun 1983, gunung Pulasari merupakan tempat yang berperan dalam proses islamisasi Banten yang dilakukan oleh Sunan Gunung Jati bersama anaknya Hasanuddin yang konon.

Gunung Pulasari ini merupakan salah satu tempat yang dijadikan sebagai tempat berlangsungnya serangkaian upacara keagamaan.

Gunung Pulasari juga dinyatakan Sunan Gunung Jati merupakan tempat tinggal 800 ajar (domas) yang dipimpin oleh Pucuk Umun, yang konon merupakan seseorang yang berhasil dikalahkan oleh Hasanuddin melalui adu ayam.

Kemudian, Hassanudin selama sepuluh tahun tinggal bersama ajar di gunung Pulasari.

Selain itu, diceritakan bahwa gunung Pulasari juga merupakan tempat yang diperintahkan Raja bernama Ragamulya atau Prabu Surya Kencana sebagai tempat kedudukan Pajajaran.

Atau yang disebut dengan Pucuk Umun (Panembahan Pulasari), yang membuat Pusat kerajaan tersebut sulit ditembus.

Namun, berhasil direbut oleh pasukan Islam pada masa pemerintahan Maulana Yusuf.***(Jft/KABARBANTEN)

NID
192524