Skip to main content
x

AS Tampung 12 Ribu Imigran Ilegal, Trump: Kita Bangsa yang Dipermalukan

KONFRONTASI- Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump lagi-lagi mengkritisi kebijakan penggantinya, Joe Biden, terkait dengan isu imigran.

Pada Minggu (26/9), Menteri Dalam Negeri AS Alejandro Mayorkas mengumumkan bahwa lebih dari 12 ribu imigran ilegal di sebuah kamp besar di Del Rio, Texas diizinkan untuk masuk ke AS.

Seketika, Trump bersuara perihal keputusan tersebut. Ia menyebut kebijakan itu membuat AS dipermalukan seperti sebelumnya.

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip New York Post pada Senin (27/9), Trump menyoroti bagaimana para imigran masuk ke AS tanpa pemeriksaan, bahkan tidak diberikan pemahaman mengenai siapa mereka.

"Beberapa dari mereka mungkin memiliki penyakit yang sangat menular, bahkan lebih buruk dari Virus China," tambah Trump.

Banyak dari para imigran merupakan warga Haiti yang meninggalkan negara mereka ketika dilanda krisis politik, ekonomi, ditambah gempa bumi dahsyat.

"Mereka tidak bermasker, tetapi dibiarkan bebas berkeliaran di seluruh negara kita dan mempengaruhi apa yang baru saja terjadi setahun yang lalu," kata Trump.

"Sekarang kita adalah bangsa yang dipermalukan tidak seperti sebelumnya, keduanya dengan sejarah memalukan, penarikan diri dari Afghanistan dan perbatasan kami, di mana jutaan orang masuk. Negara kita sedang dihancurkan!" tegasnya.

Selain Trump, kebijakan untuk membawa masuk 12 ribu imigran ilegal juga memicu kontroversi di dalam negeri. (mr/rm)