4 April 2020

Yuan

IMF approves yuan as new reserve currency

KONFRONTASI - The International Monetary Fund has admitted the yuan into its select basket of reserve currencies, giving a major boost to China’s position as a global economic power. 

The yuan, also called the renminbi, now joins the dollar, euro, British pound and Japanese yen in the Special Drawing Rights (SDR) basket used as standard in dealings with the financial reserves of world countries.

IMF approves China's yuan as reserve currency

KONFRONTASI-The International Monetary Fund has approved China's yuan into its elite reserve currency, in a decision described as "an important milestone" for the world's second largest economy.

With the decision, the yuan, also known as the renminbi, will join the US dollar, euro, Japanese yen and British pound next year in the list of currencies the IMF uses as an international reserve asset.

Tiongkok Janji Tak Lagi Devaluasi Yuan

KONFRONTASI-Presiden Tiongkok Xi Jinping berjanji tidak menurunkan nilai mata uang Yuan menjadi lebih rendah hanya untuk memperkuat ekspor Tiongkok.

"Kami menentang depresiasi kompetitif atau perang mata uang. Kami tidak akan menurunkan nilai tukar RMB untuk meningkatkan ekspor," kata Presiden Tiongkok Xi Jinping, Rabu.

Yuan Terdepresiasi karena Meningkatnya Harapan Pasar

KONFRONTASI-Bank sentral Tiongkok, Kamis, mematok tingkat kurs yuan terhadap dolar AS pada angka terendah dalam empat tahun terakhir yang dianggap para analis mencerminkan berkurangnya ekspektasi pada unit mata uang ini menyusul devaluasi.

Yuan dipatok pada 6,4085 per 1 dolar AS, kata Sistem Perdagangan Valuta Asing Tiongkok (CFETS) atau 0,07 persen lebih lemah dari sehari sebelumnya.

Angka ini juga level paling rendah sejak Agustus 2011, kata Shanghai Securities News dalam lamannya seperti dikutip AFP.

Setelah China, Giliran Vietnam Devaluasi Mata Uangnya

KONFRONTASI-Setelah China melakukan devaluasi terhadap Yuan, pada perdagangan kemarin, bank sentral Vietnam juga ikut melemahkan nilai tukar dong terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (20/8/2015), kemarin nilai mata uang dong melemah 1% terhadap dolar AS, sehingga kurs batas tengahnya dolar AS berada di 21,89 dong.

Ini merupakan ketiga kalinya Vietnam menurunkan nilai tukar dong, yang pertama di Januari dan kedua di Mei 2015. Masing-masing pelemahannya sekitar 1%.

Isu Devaluasi Yuan sudah Mereda, Tapi Rupiah Tetap Anjlok, Apa Sebabnya?

KONFRONTASI-Kurs rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta turun 17 poin dari posisi terakhir sebelumnya menjadi Rp13.818 per dolar AS pada Selasa pagi.

"Walaupun isu devaluasi yuan Tiongkok sudah mereda, namun harga minyak dan komoditas lain yang bergerak turun mengangkat mata uang dolar AS sehingga rupiah terkena imbasnya," kata Ekonom Samuel Sekuritas, Rangga Cipta.

Di sisi lain, dia menjelaskan, defisit neraca transaksi berjalan yang melebar serta keseluruhan neraca pembayaran yang defisit menambah tekanan terhadap rupiah.

Yuan fall fuels China-West currency war

KONFRONTASI - China devalues the yuan for the third straight day, raising new fears that the measure could bring a fresh wave of price weakness to the West and trigger a currency war.

The central bank put the yuan’s parity rate at 6.4010 per US dollar on Thursday. That was a drop of 1.11% from the previous day’s 6.3306 and the lowest since August 2011.

The depreciation comes after the People’s Bank of China (PBOC), the country’s central bank, said it had changed the way it calculates the reference rate for the yuan in order to make it more market-oriented.

China Devaluasi Yuan, Sektor Keuangan Dunia Terdampak, Indonesia Bagaimana?

KONFRONTASI-Sektor keuangan dunia, termasuk Indonesia, terdampak langkah China yang sengaja melemahkan mata uang yuan. Mata uang negara-negara di dunia tak terkecuali Indonesia ambruk.

Selain posisi rupiah yang sudah terjungkal dan membuat dolar naik ke level Rp 13.795, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun merosot ke level 4.479,491.

Namun demikian, sentimen China ini ada sisi positifnya bagi Indonesia. Apa itu? Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual mencoba menganalisa.

Perang Mata Uang: Yuan Tiongkok Guncang Pasar Valas

KONFRONTASI - Perang mata uang telah dimulai. Devaluasi mata uang Tiongkok yang tak terduga pada Selasa mengguncang pasar valuta asing, meningkatkan nilai tukar dolar AS dan memicu kekhawatiran penundaan kenaikan bunga acuan Federal Reserve.

Bank sentral Tiongkok (PBoC) mendevaluasi mata uang yuan hampir dua persen terhadap dolar AS dengan pihak berwenang menyatakan mereka berusaha untuk mendorong reformasi pasar.

Langkah dramatis itu mengejutkan pasar dan menyebabkan gelombang penjualan di bursa saham Amerika Serikat dan Eropa, serta di banyak bursa komoditas.

Devaluasi Yuan Gerus Bursa Wall Street

KONFRONTASI-Saham-saham di Wall Street berakhir turun tajam pada Selasa (Rabu pagi WIB), setelah Tiongkok secara tak terduga mendevaluasi mata uangnya, sehingga Apple, General Motors dan perusahaan lainnya yang memiliki ketergantungan besar ke Tiongkok jatuh.

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 212,33 poin (1,21 persen) menjadi 17.402,84.

Indeks berbasis luas S&P 500 turun 20,11 poin (0,96 persen) menjadi berakhir di 2.084,07, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq jatuh 65,01 poin (1,27 persen) menjadi 5.036,79.

Pages