1 April 2020

WhatsApp

Resmi Diluncurkan: WhatsApp Punya Fitur Anti-Sadap, Hapus Pesan Otomatis

KONFRONTASI -   WhatsApp dark mode telah resmi diluncurkan secara global dan mendapat respons positif. Nah kini ada fitur baru Whatsapp anti-sadap yang akan menghapus pesan secara otomatis.

WhatsApp memberi nama fitur baru ini Delete Messages. Dengan fitur ini pengguna akan memiliki 5 opsi hapus pesan secara otomatis. Yakni 1 jam setelah dibaca, 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, dan 1 tahun.

Kok Bisa Tautan Undangan Grup Whatsapp Terdeteksi di Mesin Pencari Google?

KONFRONTASI-Undangan untuk bergabung dalam obrolan grup WhatsApp, yang harusnya bersifat privasi, dilaporkan ditemukan di Google Search dan tersedia bagi siapa saja yang ingin bergabung.

Seorang jurnalis, Jordan Wildon, lewat Twitter mengatakan bahwa dia menemukan fitur WhatsApp “Invite to Group Link” di daftar indeks Google yang membuatnya tersedia di internet karena tautan tersebut dibagikan di luar layanan pesan pribadi WhatsApp.

Bos Telegram: Whatsapp Berbahaya, Delete Saja!

KONFRONTASI-- Kasus diretasnya akun Whatsapp pribadi milik orang terkaya dunia sekaligus pemilik Amazon, Jeff Bezos membuat pendiri Telegram angkat suara. Dia bahkan menuliskan komentarnya mengenai pesaingnya ini dalam blog miliknya.

Dalam tulisannya yang diberi judul Kenapa Menggunakan WhatsApp Berbahaya atau Why Using WhatsApp Is Dangerous, Pavel Durov mengemukakan bahwa aplikasi chatting milik Facebook ini memiliki pintu belakang (backdoors) yang memungkinkan hackers untuk mengakses ponsel siapapun yang menggunakan Whatsapp.

Whatsapp 'Dark Mode' untuk iOS Hadir Dalam Versi Beta

KONFRONTASI-Versi beta terbaru dari WhatsApp untuk iOS dilaporkan membawa tema gelap, yang menandakan bahwa fitur tersebut akan segera tersedia bagi semua pengguna iPhone.

Laporan MacRumors, yang dikutip dari The Verge, Sabtu, menunjukkan adanya catatan pengujian yang menyertakan tema gelap.

Fitur ini sudah lama dinanti-nanti. Sebagian besar aplikasi populer iOS telah diperbarui untuk menghadirkan tema gelap, dan WhatsApp belum melakukannya.

Awas, Bug Baru di Whatsapp Mungkinkan Hacker Akses Data Pribadi

KONFRONTASI-Ahli siber dari PerimeterX Gal Weizman menemukan sebuah bug WhatsApp yang memungkinkan hacker atau penjahat siber mengakses file komputer penggunanya. Pengguna WhatsApp yang memiliki iPhone didesak untuk segera memperbarui aplikasi untuk bertahan melawan serangan itu.

Mengutip laman The Sun, Rabu, 5 Februari 2020, bug itu memungkinkan peretas untuk melakukan serangkaian manuver pintar untuk membaca file di PC atau Mac pribadi. Bug juga mempengaruhi pemilik iPhone yang menghubungkan handset mereka ke komputer menggunakan WhatsApp Desktop.

Ketahui Tanda-tanda Anda Diblokir di WhatsApp

Konfrontasi - Pengguna aplikasi pesan instan WhatsApp diberi kewenangan untuk bisa memblokir teman-temannya. Namun, bagaimana cara untuk mengetahui jika Anda yang menjadi orang yang diblokir tersebut. Ada trik khusus untuk memastikan jika kontak Anda telah diblokir salah satu teman di WhatsApp.

Meskipun platform milik Facebook itu tidak akan memberitahu Anda secara langsung, tetapi terdapat sejumlah petunjuk penting untuk bisa memastikan bahwa Anda benar-benar diblokir dari kontak WhatsApp seseorang.

Merger Whatsapp-Facebook Seharusnya Tidak Diperbolehkan

KONFRONTASI- Regulator kompetisi dagang Prancis menyatakan akuisisi WhatsApp oleh Facebook pada 2014 lalu seharusnya tidak pernah terjadi.

"Jelas, kesepakatan seperti merger Facebook/WhatsApp seharusnya tidak dibolehkan," kata Presiden Autorite de la Concurrence, Isabelle de Silvva, dikutip dari Reuters, Sabtu.

Facebook membeli platform berkirim pesan WhatsApp senilai 22 miliar dolar pada 2014 lalu. De Silva melihat terjadi pergeseran praktik yang saat ini lebih sering terjadi, dibandingkan dulu, yakni pengumpulan dan eksploitasi data.

Hore, Facebook Batal Masukkan Iklan di WhatsApp

Konfrontasi - Facebook membatalkan rencana memasukkan iklan di WhatsApp. Tim pengembangannya pun, dilaporkan telah dibubarkan.

Kendati demikian, Facebook masih berencana untuk memasukkan iklan di fitur Status WhatsApp.

Terkait itu, perwakilan WhatsApp belum mau berkomentar, seperti dikabarkan The Wall Street Journal.

Menempeli iklan di WhatsApp memang menjadi polemik di internal. Keinginan Facebook sebagai induk perusahaan banyak ditentang. Bahkan pendiri WhatsApp, Jan Koum, mengundurkan diri.

Tahun Ini, WhatsApp Bakal Memasukkan Iklan, Kamu Setuju?

Konfrontasi - Tahun ini, WhatsApp bakal memasukkan iklan di platform mereka. Selain juga ada fitur baru di versi WA Business.

Melansir laman Express, iklan di ditampilkan di WhatsApp, kemungkinan serupa seperti yang diterapkan saudaranya, Instagram dan Facebook.

Artinya, iklan di WhatsApp akan muncul di sela-sela status atau story. Hadirnya iklan ini sempat mendapat tanggapan beragam.

Selain itu, WhatsApp juga akan membawa katalog belanja, khusus ke dalam aplikasi WhatsApp Business.

Whatsapp Tak Bisa Lagi Digunakan di Windows Phone

KONFRONTASI-Aplikasi berkirim pesan WhatsApp mengumumkan tidak lagi dapat digunakan di ponsel berbasis sistem operasi Windows Phone mulai hari ini, Selasa (31/12).

"Anda tidak bisa lagi menggunakan di sistem operasi Windows Phone setelah 31 Desember 2019. WhatsApp mungkin sudah tidak tersedia lagi di Microsoft Store setelah 1 Juli 2019," kata WhatsApp di laman bantuan, dikutip Selasa.

Pages