6 April 2020

Setya Novanto

Dokter RS Medika Permata Ikut Dijadikan Tersangka Terkait Kasus Novanto

KONFRONTASI-Selain menetapkan mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi, sebagai tersangka, Komisi Pemberantasan Korupsi juga menetapkan seorang dokter Rumah Sakit (RS) Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo, sebagai tersangka.

Bimanesh bersama-sama Fredrich menjadi tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan kasus e-KTP dengan tersangka Setya Novanto.

Istri Novanto Bungkam Usai Diperiksa KPK

KONFRONTASI-Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Rabu (10/1/2017), kembali memeriksa Deisti Astriani Tagor, istri terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto.

Deisti terlihat keluar dari gedung KPK di Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, sekitar pukul 16.00. Ia datang sekitar pukul 15.00.

Saat datang, Deisti enggan menjawab pertanyaan para pewarta. Demikian pula saat keluar. Wanita berkerudung itu pun bungkam seraya berjalan cepat menaiki mobil Toyota Vellfire B1676LBS yang menunggunya di pelataran Gedung KPK.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, Deisti dimintai keterangan untuk penyelidikan baru pengembangan kasus dugaan korupsi e-KTP. Terkait ini KPK juga memeriksa Setya Novanto.

“(Novanto dan Deisti) Diperiksa untuk kebutuhan pengembangan perkara e-KTP,” kata Febri, melalui pesan singkat setelah dikonfirmasi.

Sebelumnya, putra dan putri Novanto yang diperiksa KPK adalah Rheza Herwindo dan Dwina Michaella. Novanto dan anggota keluarganya tersebut juga pernah diperiksa terkait kasus e-KTP. Kala itu, mereka juga kompak bungkam, baik saat datang maupun keluar dari gedung KPK.

Ketika Mau Naik Pesawat Fredrich Mantan Pengecara Setya Novanto Dicekal Imigrasi

KONFRONTASI -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan manatan pengecara Setya Novanto,Fredrich Yunadi,sebagai tersangka.

Kini Fredrich dicegah bepergian keluar negeri.

Pencegahan dilakukan terkait keterangan Fredrich yang masih dibutuhkan oleh KPK dalam perkara yang sedang diselidiki.

Penyelidikan tersebut terkait adanya dugaan tindak pidana mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan dengan tersangka Setya Novanto.

Kasus e-KTP: KPK Cekal Mantan Pengacara Novanto dan Mantan Wartawan Metro TV

KONFRONTASI-Mantan pengacara Setya Novanto (Setnov/SN), Fredrich Yunadi dan mantan jurnalis Metro TV Hilman Mattauch dicegah keluar negeri selama enam bulan terkait proses penyelidikan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Monggo Jika Papa Novanto Ingin Jadi 'Justice Collaborator'

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyilakan Setya Novanto, terdakwa kasus korupsi dalam proyek pengadaan KTP-elektronik, mengajukan diri menjadi justice collaborator (JC), pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum.

Hakim Tolak Seluruh Keberatan Novanto

KONFRONTASI-Majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Jakarta menolak keberatan mantan Ketua DPR Setya Novanto dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi KTP Elektronik (KTP-E).

"Menimbang bahwa karena seluruh keberatan tim penasihat hukum terdakwa telah dipertimbangkan dan dinyatakan tidak dapat diterima, maka majelis hakim berpendapat, surat dakwaan penuntut umum nomor Dak 88/24/12/2017 tanggal 6 Desember 2017 telah memenuhi pasal 143 ayat 2 huruf a dan b KUHAP, sehingga seluruh dakwaan sah menurut hukum dan dapat diterima sebagai dasar pemeriksaan perkara ini," kata ketua majelis hakim Yanto dalam sidang dengan agenda putusan sela di pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis.

Pada sidang 20 Desember 2017 lalu, Setnov melalui tim kuasa hukumnya yang dipimpin Maqdir Ismail mengajukan sekitar 12 keberatan yang diajukan, namun seluruhnya ditolak majelis hakim dengan suara bulat.

"Menimbang bahwa keberatan tim penasihat hukum tidak dapat diterima, maka pemeriksaan perkara ini harus dilanjutkan. Memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan atas terdakwa Setya Novanto, menangguhkan biaya perkara hingga putusan akhir," ungkap Yanto.

Dalam persidangannya, majelis mempertimbangkan bahwa keberatan kuasa hukum Setnov mengenai nilai kerugian negara dalam dakwaan sudah masuk dalam pokok perkara sehingga tidak patut dipertimbangkan dalam putusan sela.

"Tim penasihat hukum menyebutkan kerugian negara dalam surat dakwaan terdakwa sebagai akibat `splitsing` surat dakwaan Irman dan Sugiharto serta Andi Agustinus, maka terlihat kerugian negara tidak pasti, tidak nyata sebagaimana dalam putusan MK. Menimbang bahwa terhadap keberatan tim penasihat hukum, majelis tidak sependapat karena apa yang dikatakan ada perbedaan kerugian negara sesuai dengan perhitungan sebagaimana perhitungan dari BPKP dan kerugian negara yang tidak nyata dan tidak pasti sudah memasuki ranah pokok perkara yang nantinya harus dibuktikan pada pokok perkara," kata anggota majelis hakim Anwar.

Sedangkan terkait keberatan mengenai hilangnya nama-nama yang menerima keuntungan dari proyek KTP-E di dakwaan Setnov yang berbeda dengan dakwaan terdakwa sebelumnya seperti Irman, Sugiharto dan Andi Agustinus, menurut hakim hal itu merupakan kewenangna jaksa penuntut umum.

"Sejumlah pihak yang menerima sebelumnya dalam surat dakwaan Setya Novanto, nama-nama tersebut sudah tidak disebut adalah Melchias Markus Mekeng, Olly Dondokambey, Tamsil Linrung, Mirwan Amir, Chaeruman Harahap, Ganjar Pranowo, Agun Gunanjar, Mustoko Weni, Ignatisus Mulyono, Taufik Effendi, Teguh Juwarno, Rindoko, Abdul Hakim, Jamal Azis, Kapoksi Komisi II, Khotibul Umam, Marzuki Ali, 37 anggota komisi II dan Anas Urbaningrum. Terhadap keberatan itu tentunya tidak dapat majelis hakim pertimbangkan sebagai keberatan, karena yang diajukan sebagai terdakwa adalah mutlak kewenanga JPU, sedangkan terkait nama-nama yang hilang tentunya tidak menyebabkan dakwaan batal demi hukum, karena tidak dicantumkan adalah sudah jadi kewenangan dan tanggungjawab dari JPU," ungkap hakim Anwar.

KPK Siap Hadapi Putusan Sela Novanto

KONFRONTASI-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan tanggapan soal sidang lanjutan Setya Novanto dengan agenda putusan sela Majelis Hakim atas nota keberatan atau eksepsi pihak Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (4/1).

Papa Sudah Ditahan, Dua Anak Setnov Bakal Jadi Tersangka Juga?

KONFRONTASI - Sang ayah, Setya Novanto sudah ditahan. Kini giliran dua anaknya Dwina Michaella dan Rheza Herwindo diburu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anang Sugiana Sudihardjo dalam penyidikan tindak pidana korupsi e-KTP. Lembaga antirasuah itu telah mengirimkan surat pemanggilan kembali terhadap kedua anak Setnov tersebut. Akankah kedua anak mantan Ketua Umum Partai Golkar itu ditersangkakan, dan ditahan?

Mantan Istri Novanto Diperiksa KPK Terkait Kasus e-KTP

KONFRONTASI-Luciana Lily Herliyanti, mantan istri Setya Novanto, mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Kamis.

Luciana, yang mengenakan blus warna krem dengan motif bunga-bunga, tiba sekitar pukul 13.00 WIB dan langsung masuk ke gedung KPK. Sekitar pukul 13.45 WIB Luciana tampak keluar dari gedung KPK.

Putri Novanto Penuhi Panggilan KPK

KONFRONTASI-Dwina Michaella, anak terdakwa Setya Novanto, memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam penyidikan perkara korupsi dalam proyek pengadaan KTP berbasis nomor induk kependudukan secara nasional atau KTP elektronik yang menjerat ayahnya.

Pages