5 April 2020

Puisi

Puisi dan Pilpres : Sebuah Ulasan

                                                                                    Warih W Subekti *)

Puisi Pendek Buat Ibu

KONFRONTASI---Menjelang puasa saya teringat pada alm Ibuku dan pada saat-saat bulan puasa tak lelah ia menyiapkan makan saur dan berbuka,mengingatkan waktu tarawih dan sholat malam. ( Warih W Subekti )

PUISI PENDEK BUAT IBU

Oleh : Warih W Subekti

 

Ibu ....

terimalah baktiku

tak mampu aku membalas jasamu

walau tak pernah kau berharap itu

 

Seluas samudra

setinggi angkasa

aku tak mampu melukiskan jasamu

 

Ibu ....

terimalah sujudku ....

hanya itu pintaku

Puisi : Bulan Memerah

KONFRONTASI--Malam ini status fesbuk banyak yang menuliskan hal-hal terkait dengan ' bulan purnama ' dan memang di cakrawala terlihat bulan bulat berbinar menyembul di cakrawala " bulan tersenyum bahagia
di cakrawala

pipi langit pun biru merona

ah, tak tahu yang sedang aku rasa ? ". ( Warih W Subekti)

BULAT MEMERAH

Dari sudut atap rumah
Menyembul
Bulan bulat memerah indah
Dan tersenyum

Puisi Oka Rusmini : Tanah Bali

TANAH BALI

(1)

mungkin tanah Bali tak punya peta leluhur di matamu
atau hidup tak pernah mengajari keindahan
daun-daun yang sering dipetik para leluhur di pinggir kali Badung
tak pernah mendongengkan silsilah padamu

aku ingat
ketika kanak-kanak air kali itu bercerita banyak padaku
dan leluhur duduk dekat kali
menjulurkan kaki, kain mereka dibiarkan basah
air kali memandikannya dengan riang

Puisi : Sajak Pendek untuk Widji Thukul

Suaramu yang pelo itu masih tergiang di telingaku
lantang meradang dan memecah gendang : teliga penguasa

hanya satu kata ' Lawan ' !
dan kau dilenyapkan ...

Widji ada yang kelak mencarimu
dia berjanji mencarimu sampai mati
bukan seperti yang lain cuma basa-basi

Widji zaman kan menemukan jejakmu
zaman akan menyingkap tabir kepergianmu

Widji...sampai ku temukan dirimu nanti

hidup ataupun mati...

Jakarta, 2014.

Puisi Nia Samsihono : Seperti Apa ?

SEPERTI APA?
Buat: Pak Eko Budihardjo

Hidup seperti mentari, merambat perlahan dari timur ke barat
Memecah fajar bagai tangisan bayi keluar dari kenikmatan rahim bunda
Cahaya itu dinanti
Menjalar jengkal demi jengkal
Menyinari persada
Memberikan denyut pengharapan
Untuk tumbuh dan berkembang

Hidup bagai sungai yang mengalirkan air
Dari hulu ke hilir
Membawa cerita di setiap jejak, setiap bencah yang dilalui
Air tetaplah air, juga tubuh manusia tetaplah tubuh manusia
Menjadi alat sutradara kehidupan

Puisi : Kulihat Indonesia Hari Ini ( Untuk : Soekarno, Syahrir dan Hatta )

Kuihat Indonesia Hari Ini

Untuk : Soekarno, Syahrir dan Hatta

Kulihat indonesia hari ini terpecah jadi dua
kau dimana saudaraku
kau dimana sahabatku
masihkah kau anggap aku saudaramu
masihkah kau anggap aku sahabatmu
atau saat ini kau anggap aku musuhmu

sebab kita beda pilihan, kemudian kita bersimpang jalan
betapa sangat naif, kerdil dan menyakitkan

berkacalah kita pada Sukarno, Syahrir dan Hatta
mereka tetap menjadi sahabat dan saudara hingga ajal tiba

Puisi : Aku Ingin

Puisi : Aku Ingin

( Puisi ini saya tulis saat tinggal di rumah kontrakan di Pondok Kopi dan saya tulis di tembok kamar dengan alat tulis seadanya th 2000an )

Utk : Aprllia Esti Candra( Aprilia Candra Subekti)

jika kelak kau besar nanti ...
aku ingin kau pandai menari
menyanyi
dan nulis puisi

aku ingin kau seperti ayu utami
atau dewi lestari
 

Esti...

Jika kelak kau besar nanti
ku ingin kau seperti Kartini

Pondok Kopi, 2002.

Puisi Yoe Vita : Cinta Beribu Malam

menyimak nafas malam di antara harum tumbuhan cinta
iramanya menghentak-hentak tak beraturan
namun selaras di hembus akhiran...
ada letih yang tak pernah jadi sesalan
meskipun kisahnya tak melulu indah
benih yang telanjur tabur tak janjikan apa-apa

Puisi : Di Tepi Danau Toba

KONFRONTASI-Saya tak mampu menolak permintaan seorang kawan seorang aktifis yang juga seorang seniman dan penggiat seni, sastra dan budaya di Sumatra Utara yang telah melanglang buana dengan Komunitas Teaternya ke Eropa, dia ( John Fawer Siahaan ) meminta saya menulis puisi untuk di terbitkan dalam bentuk ' Antologi Puisi Danau Toba ' puisi di bawah ini adalah respon yang saya berikan menjawab tantangan yang diberikan sahabat saya itu, Sekian dan terimakasih. ( Warih W Subekti )

Di Tepi Danau Toba
Untuk : JFS

Pages