2 April 2020

Kekerasan

Propam Periksa Perwira Polisi yang Siksa Anak Buahnya

KONFRONTASI-Aksi kekerasan terhadap tiga orang bintara di Polres Padang Pariaman oleh atasan yang videonya viral kini tengah ditangani oleh Propam.

Berdasarkan informasi yang beredar, pelaku penganiayaan seorang perwira pertama berpangkat Inspektur Dua (Ipda) berinisial SDC. Dia tega menganiaya 3 juniornya karena mereka telat mengikuti apel.

Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto, membenarkan peristiwa tersebut. Salah satu bintara yang dianiaya pun sudah mendapat perawatan medis.

Ayah, Ibu dan Tante Aniaya Balita 3,5 Tahun Hingga Tewas, Kok Tega?

KONFRONTASI-Polisi berhasil mengungkap kasus penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya bocah perempuan berusia 3,5 tahun, di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Polres Bukittinggi berhasil mengamankan barang bukti berupa pipa paralon dan gayung plastik yang digunakan tiga pelaku yakni ayah kandung, ibu tiri, dan tante korban untuk melakukan penganiayaan.

Raja Belanda Minta Maaf ke Indonesia atas Kekerasan di Masa Lalu

KONFRONTASI -   Raja Belanda Willem-Alexander mengucapkan permintaan maaf kepada Indonesia atas kekerasan yang dilakukan pemerintah Belanda di masa lalu. Hal ini ia ucapkan pasca pertemuan bilateral yang ia lakukan dengan Presiden Joko Widodo, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 10 Maret 2020.

Raja Willem-Alexander meminta maaf atas kekerasan yang dilakukan Belanda usai Indonesia mendeklarasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Hal ini berarti saat Indonesia mengalami masa agresi militer oleh Belanda.

OKI Kecam Kekerasan Atas Muslim di New Delhi

KONFRONTASI -   Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam aksi kekerasan di New Delhi, India, yang telah menewaskan setidaknya 34 orang orang Islam.

Kerusuhan di sana dipicu aksi demonstrasi protes Undang-Undang Kewarganegaraan atau Citizenship Amandement Act (CAA) yang dinilai anti-Muslim.

Kecam Kekerasan atas Muslim India, Menag: Umat Agar Kedepankan Toleran

Konfrontasi - Kekerasan yang dilakukan sejumlah oknum dengan mengatasnamakan agama terjadi di India. Data hingga Kamis, 27 Februari 2020, tercatat setidaknya ada 27 Muslim India yang meninggal dan ratusan lainnya luka-luka.

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi prihatin dan mengecam keras peristiwa kekerasan atas nama agama tersebut. Menag mengimbau agar umat beragama di India tidak merusak nilai kemanusiaan atas nama agama.

KDRT Bisa Saja Dilakukan Istri Terhadap Suami

KONFRONTASI-Psikolog yang juga Direktur Minauli Consulting Medan, Dra Irna Minauli,MSi mengatakan pada kenyataannya kekerasan dapat juga terjadi dari istri terhadap suami, dan dari anak terhadap orang tuanya.

"Selama ini orang kebanyakan beranggapan bahwa Kekerasan Dalam Rumah Tangga hanya terjadi pada suami terhadap istri," ujar Minauli di Medan, Rabu.

Pria Thailand Tembak Mati Mantan Istrinya di Pusat Perbelanjaan

KONFRONTASI- Seorang pria menembak mati mantan istrinya serta melukai satu orang lain di sebuah pusat perbelanjaan di Bangkok, Selasa, berselang 10 hari sejak penembakan massal terjadi di mal lain di timur laut Thailand.

Pria bersenjata itu kemudian melarikan diri dari Century The Movie Plaza, dekat Victory Monument ibu kota Thailand dan masih dalam pelarian, kata polisi Thailand.

"Satu orang tewas dan satu orang lagi cedera," kata Kolonel Polisi Kissana Pattanacharoen kepada Reuters.

Tempeleng dan Cambuk Anak Karena Tak Kerjakan PR, Ibu Tiri Ini Diancam 5 Tahun Penjara

KONFRONTASI-— Belakangan hari ini, warganet cukup digegerkan dengan video viral yang memuat sesosok wanita yang menganiaya anak. Wanita pada video itu ternyata adalah ibu tiri dari sang anak.

Rosida Hutauruk, wanita di Kabupaten Simalungun, Sumarta Utara adalah ibu tiri yang tega mencambuk dan menempeleng anaknya.

Ia kini sudah ditangkap aparat Polres Simalungun dan dijerat dengan Pasal 44 UU No.35/2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman lima tahun penjara.

Alamak, Sekumpulan Bocah Bikin Geng, Dua Orang Dibacok

KONFRONTASI-Polsek Pedurungan, Semarang, Jawa Tengah, menangkap 14 anak berusia antara 15 tahun hingga 17 tahun karena membacok dua orang tanpa alasan yang jelas.

Belasan bocah ini ternyata tergabung dalam geng yang mereka namakan All Star Timuran.

Korban belasan bocah ini adalah E (16) dan Fatthul (21). Keduanya jadi korban saat sedang berada di angkringan Jalan Woltermonginsidi Kelurahan Pedurungan Tengah Kecamatan Pedurungan Kota Semarang, Minggu (16/2/ 2020) dinihari.

Pukul Murid, Oknum Guru SD di Matraman Diberhentikan Sementara

KONFRONTASI-Dinas Pendidikan DKI Jakarta memberhentikan sementara oknum guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) berinisial F di Matraman, Jakarta Timur, karena memukul muridnya.

Selain diberhentikan sementara, oknum guru tersebut harus menjalani pemeriksaan kejiwaan.

“Guru tersebut telah diberikan tindakan awal dengan peringatan tertulis dan dibebastugaskan dan dilakukan pemeriksaan oleh Sudin Pendidikan Jakarta Timur,” kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana saat dihubungi di Jakarta, Sabtu [15/2].

Pages