2 April 2020

Iran

Iran Anggap Sanksi AS di Tengah Pandemi Corona Sebagai Terorisme Medis

KONFRONTASI-Sanksi Amerika Serikat (AS) yang berlanjut terhadap Iran mewakili "terorisme medis" ketika Teheran melanjutkan pertempurannya dengan pandemi virus Corona COVID-19. Demikian pernyataan yang dikeluarkan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Seyed Abbas Mousavi.

Mousavi mengatakan pemerintah Presiden Donald Trump tidak dalam posisi untuk mengkritik penangangan Iran terhadap krisis, mengingat kegagalannya untuk menahan pandemi.

Iran Bersiap Hadapi Gelombang Kedua Pandemi Corona

KONFRONTASI-Iran kemungkinan menghadapi gelombang kedua wabah virus corona dan pemerintah akan menerapkan langkah tegas saat jumlah kematian di negara itu meningkat menjadi 2.077.

Juru bicara pemerintah Ali Rabiei mengatakan, Rabu, Iran kemungkinan akan mengalami gelombang kedua virus corona karena tidak sedikit warga Iran yang tidak mematuhi anjuran otoritas kesehatan untuk menghentikan penyebaran virus di negara itu.

Ayatollah Khamenei Curiga Virus Corona Buatan Amerika

Konfrontasi - Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei baru saja mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan tentang wabah Virus Corona atau COVID-19, Minggu 3 Maret 2020.

Khamenei mencurigai ada keterkaitan Amerika Serikat dengan serangan virus Corona yang kini telah menyebar ke 160 negara dunia dan telah menjangkiti 300 ribu lebih penduduk bumi.

Kecurigaan Khamenei itu didasari keanehan yang muncul pada diri Amerika. Yang pertama terkait janji-janji pemerintah Donald Trump itu untuk membantu Iran mengatasi serangan Corona.

Virus Corona Mengganas di Iran, 113 Orang Meninggal Dalam Sehari

Pernyataan Mengejutkan Ayatollah Khamenei, Corona Serangan Biologis

Konfrontasi - Pemimpin besar revolusi Iran, Ayatollah Khamenei baru saja menerbitkan surat kepada Kepala Staf umum Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Bagehri untuk untuk segera mempersiapkan diri perang terhadap wabah virus corona atau COVID-19.

Surat penting itu diungkapkan Khamenei melalui serangkaian twit di akun Twitter resminya, seperti dikutip dari VIVA.co.id, Sabtu 14 Maret 2020.

Menurut Khamenei, angkatan bersenjata terlibat langsung bersama membantu pemerintah dan departemen kesehatan untuk menanangi virus corona.

Hadapi Penyebaran Corona, Iran Resmi Ajukan Pinjaman ke IMF Setelah Puluhan Tahun

Konfrontasi - Untuk pertama kalinya selama puluhan tahun Iran meminta bantuan kepada IMF untuk menangani wabah virus corona. Iran adalah salah satu negara dengan kasus tertinggi virus corona di luar China.

Pengajuan pinjaman disampaikan pada Kamis (12/3/2020) waktu setempat, sebagai salah satu upaya melawan wabah mematikan itu. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammed Javad Zarif di Twitter.

Akibat Virus Corona, 125 Ribu Orang Terjangkit dan 4.630 Orang Meninggal

Konfrontasi - Sudah lebih dari 125 ribu orang positif virus Corona di lebih dari 123 negara dan wilayah yang berbeda. Jumlah korban meninggal telah melampaui 4.600 orang secara global.

Seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (12/3/2020), jumlah total kasus virus Corona hingga Kamis (12/3) sore waktu setempat mencapai 125.972 kasus yang tersebar di berbagai negara.

Cegah Corona, RI Larang Masuk Traveler dari Iran, Italia, dan Korsel

KONFRONTASI -  Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengeluarkan kebijakan pembatasan masuknya warga negara manapun yang pernah melancong ke tiga negara dengan kenaikan signifikan penyebaran virus COVID-19. Orang yang pernah melancong ke tiga negara ini tidak boleh masuk ke Indonesia sementara ini. Ketiga negara tersebut adalah Iran, Italia, dan Korea Selatan (Korsel).

Penasehat Khamenei Meninggal Terpapar Corona

KONFRONTASI-Seorang anggota dewan penasihat Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia setelah dikonfirmasi positif virus corona baru (Covid-19).

Anggota Dewan Kemanusiaan bernama Mohammad Mirmohammadi yang berusia 72 tahun dinyatakan meninggal dunia pada Senin (2/3).

Mirmohammadi sendiri menjadi satu dari beberapa pejabat pemerintahan Iran yang dinyatakan positif terinfeksi corona. Selain Mirmohammadi, ada Wakil Presiden Masoumeh Ebtekar dan Kepala Satuan Iraj Harirchi.

Corona di Iran Dianggap Lebih Mematikan Ketimbang di China

KONFRONTASI -   Para ahli kesehatan internasional menilai kasus virus corona (Covid-19) di Iran jauh lebih mematikan ketimbang di China.

Pages