2 April 2020

Iklan

Google Hapus 600 Iklan Aplikasi yang Mengganggu, Kebanyakan dari China

Konfrontasi - Google menghapus sedikitnya 600 aplikasi mengganggu dari toko aplikasi Play Store. Tak hanya itu, pengembang aplikasi-aplikasi ini juga diblokir.

Penghapusan ratusan aplikasi dari Play Store ini dilakukan sebagai upaya mengendalikan penipuan iklan seluler yang sering terjadi.

Mengutip The Verge, Jumat (21/2/2020), kebijakan Google tidak mengizinkan adanya iklan yang ditampilkan ketika aplikasi tidak digunakan serta iklan yang menipu pengguna untuk mengklik secara tidak sengaja.

Hore, Facebook Batal Masukkan Iklan di WhatsApp

Konfrontasi - Facebook membatalkan rencana memasukkan iklan di WhatsApp. Tim pengembangannya pun, dilaporkan telah dibubarkan.

Kendati demikian, Facebook masih berencana untuk memasukkan iklan di fitur Status WhatsApp.

Terkait itu, perwakilan WhatsApp belum mau berkomentar, seperti dikabarkan The Wall Street Journal.

Menempeli iklan di WhatsApp memang menjadi polemik di internal. Keinginan Facebook sebagai induk perusahaan banyak ditentang. Bahkan pendiri WhatsApp, Jan Koum, mengundurkan diri.

Tahun Ini, WhatsApp Bakal Memasukkan Iklan, Kamu Setuju?

Konfrontasi - Tahun ini, WhatsApp bakal memasukkan iklan di platform mereka. Selain juga ada fitur baru di versi WA Business.

Melansir laman Express, iklan di ditampilkan di WhatsApp, kemungkinan serupa seperti yang diterapkan saudaranya, Instagram dan Facebook.

Artinya, iklan di WhatsApp akan muncul di sela-sela status atau story. Hadirnya iklan ini sempat mendapat tanggapan beragam.

Selain itu, WhatsApp juga akan membawa katalog belanja, khusus ke dalam aplikasi WhatsApp Business.

Ratu Iklan, 5 Artis Ini Dominasi Layar Kaca Era 90an

KONFRONTASI -  Ngaku deh, siapa yang suka kesel kalau lagi serius nonton acara TV yang disukai, tapi malah kepotong iklan? Ya, hampir sebagian besar penonton layar kaca memang kerap terganggu dengan adanya iklan yang saban beberapa menit sekali tampil memotong acara.

TikTok Resmi Larang Iklan Politik Berbayar

Konfrontasi - TikTok mengumumkan pelarangan iklan politik berbayar di platformnya karena dianggap tidak sesuai dengan pengalaman yang ingin diberikan kepada jutaan penggunanya.

Diciptakan oleh Beijing Bytedance Technology Co, aplikasi video pendek asal China ini memungkinkan pengguna untuk membuat dan berbagi video pendek dengan efek khusus, dan sangat populer di Asia Tenggara.

Bukan Sekedar Iklan, Mudahnya Membeli Rokok Membuat Anak Jadi Perokok

KONFRONTASI -  Anggota DPD RI yang juga aktivis perlindungan anak Fahira Idris mengapresiasi langkah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang akan melakukan pemblokiran iklan rokok di internet. Namun, keputusan pemblokiran tidak akan berdampak signifikan untuk menurunkan prevalensi perokok anak dan remaja usia 10-18 tahun, tanpa diberangi dengan kebijakan dan aksi di lapangan, salah satunya memberi sanksi tegas kepada mereka yang menjual rokok kepada anak-anak.

Lakukan Pelanggaran, Google Hapus 46 Aplikasi di Play Store

Konfrontasi - Google memulai melakukan penghapusan pada aplikasi dari pengembang Android asal China. Penyebabnya adalah hasil investigasi Buzzfeed News mengenai adanya penipuan iklan dan menyembunyikan detail kepemilikan dari pengguna.

Uni Eropa Kembali Denda Google Rp24 Triliun

Konfrontasi - Regulator Antimonopoli Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepada Google Inc sebesar 1,49 miliar euro atau sekitar Rp24 triliun karena dianggap telah mempersulit iklan dari pihak pesaing.

Ini merupakan sanksi ketiga bagi Google di Eropa selama dua tahun terakhir, demikian lapor BBC.

Dalam kasus denda terbaru, Google dituding menyalahgunakan dominasinya di ranah mesin pencari untuk mempersulit tampilan iklan dari para pesaing mulai 2006 hingga 2016.

PT KAI Pastikan Evaluasi Iklan Rokok Setelah Kontrak Berakhir

Konfrontasi - Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Agus Komaruddin mengatakan pihaknya akan mengevaluasi keberatan terhadap pemasangan iklan rokok di stasiun setelah kontrak dengan pihak pemasang berakhir. 

"Keluhan dari YLKI tentu kita terima sebagai bahan masukan, dan evaluasi pasti dilakukan setelah kontrak iklan berakhir," sebut Agus saat dihubungi Antara di Jakarta, Jumat (16/11/2018).

Bisnis Jual Beli Online Mobil Kian Diminati

Konfrontasi - Aktivitas jual beli mobil melalui layanan online kian digemari masyarakat di Tanah Air. Mereka banyak memanfaatkan jasa layanan berbasis internet tersebut untuk mencari berbagai informasi terkait kendaraan yang mereka butuhkan sebelum memutuskan untuk membeli atau menjualnya. 

Hal itu mendorong peningkatan penggunaan jasa layanan website, sekaligus mendongkrak pemasukan keuntungan yang diperoleh para pengelola jasa layanan jual beli mobil di Tanah Air.

Pages