6 April 2020

Gedung Putih

Trump Undang Muslim Uighur ke Gedung Putih

KONFRONTASI - Selama ini kerap memicu sentimen keagamaan di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump kini menarik perhatian karena mengundang sejumlah kelompok korban persekusi di berbagai negara, termasuk Muslim Uighur, ke Gedung Putih pada Rabu (17/7).

Dalam pertemuan di Ouval Office itu, Jewher Ilham selaku perwakilan dari komunitas Muslim Uighur, menceritakan kepada Trump sedikit kisah pilunya saat hidup di Xinjiang, China.

Menantu Donald Trump Direncanakan Jadi Kepa Staff Gedung Putih

Konfrontasi - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sedang mempertimbangkan menantunya, yakni Jared Kushner untuk menjabat sebagai Kepala Staf Gedung Putih.

Kushner yang merupakan suami dari Ivanka Trump dan saat ini menjabat sebagai penasihat senior Gedung Putih, pekan lalu telah bertemu dengan Trump untuk membahas mengenai jabatan tersebut.

Staf Gedung Putih Ungkap 'Kegilaan' Trump

KONFRONTASI-Halaman New York Times dihiasi Sebuah artikel kontroversial Rabu (5/9). Artikel tersebut memuat opini itu ditulis salah seorang pejabat pemerintah anonim. Dia mengklaim diri sebagai staf Presiden Donald Trump.

Karena itu, dia mengungkap kisah para pejabat Washington yang sering kewalahan mengerem kegilaan presiden ke-45 Amerika Serikat (AS) itu.

Seorang Pria Nekat Tembak Diri Sendiri di Depan Gedung Putih

KONFRONTASI-Dinas Rahasia atau Secret Service mengatakan seorang pria menembak dirinya sendiri di depan Gedung Putih. Akibat insiden ini, Gedung Putih ditutup untuk sementara.

Pihak Dinas Rahasia menyatakan tidak ada korban lain dalam aksi tersebut. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, saat ini tidak berada di Gedung Putih dan tengah berada di propertinya Mar-a-Lago di Florida. Ia menghabiskan pagi hari di salah satu lapangan golf.

Tersandung Kasus KDRT, Sekretaris Gedung Putih Mundur

KONFRONTASI-Sekretaris Gedung Putih Rob Porter yang sangat dekat dengan Presiden Donald Trump mengundurkan diri dari jabatannya setelah dua mantan istrinya menuduh dia melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Gedung Putih Mengubah Rekaman Pesan Dalam Mesin Penjawab Telepon & Tuding Demokrat

KONFRONTASI -  Gedung Putih mengubah rekaman pesan dalam mesin penjawab telepon dengan menuding lawan politik Presiden Donald Trump sebagai alasan tidak bisa menjawab langsung panggilan telepon.

Pemerintah Amerika Serikat saat ini sedang menghentikan layanan umumnya atau yang disebut shutdown sehingga beberapa kantor pemerintah federal tidak bekerja.

Namun para penelepon ke Gedung Putih akhir pekan ini mendapat pesan bahwa Partai Demokrat -saingan Partai Republik yang mendukung Presiden Trump- adalah biang kerok masalah itu.

Tolak Putusan Trump, Muslim Amerika Salat Jumat di Depan Gedung Putih

KONFRONTASI -  Ribuan umat Islam melaksanakan shalat Jumat di depan Gedung Putih, Amerika Serikat, sebagai bentuk protes atas keputusan Presiden Donald Trump mengenai status kota Yerusalem.

Muslim yang hadir mengenakan dan membawa atribut yang mencerminkan dukungan terhadap Palestina seperti syal keffiyeh, maupun  bendera Palestina. Pendemo juga membawa poster-poster yang berisi kecaman atas pendudukan Israel di Yerusalem Timur dan Tepi Barat dalam aksi yang digelar 8 Desember 2017 tersebut.

Gedung Putih: Sekarang Bukan Waktunya Bicara dengan Korut

KONFRONTASI-Gedung Putih menegaskan kembali pada Senin bahwa "sekarang bukan waktunya" untuk berbicara dengan Korea Utara, menutup upaya Menteri Luar Negeri Rex Tillerson untuk memanfaatkan saluran diplomatik sempit dengan Pyongyang.

Trump Undang Duterte ke Gedung Putih

Konfrontasi - Donald Trump mengundang Presiden Filipina Rodrigo Duterte ke Gedung Putih. Undangan tersebut dilayangkan Trump ketika keduanya berbicara via sambungan telepon.

Suasana perbincangan keduanya digambarkan "bersahabat". Dalam kesempatan tersebut, Trump dan Duterte turut membahas kampanye anti-narkoba dan Korea Utara.

Seperti dilansir Asian Correspondent yang mengutip AFP, Minggu (30/1/2017), informasi terkait percakapan Trump dan Duterte tersebut disampaikan oleh pihak Gedung Putih.

Rizal Ramli Memprediksi Donald Trump Bisa Kena Pemakzulan terkait Peran Rusia

KONFRONTASI- Belum setahun memerintah, Gedung Putih sudah riuh-rendah diterpa isu dugaan upaya Moskwa memengaruhi pemilihan presiden tahun lalu demi keuntungan Donald Trump. Skandal kampanye presiden Donald Trump dengan Rusia itu merupakan isu sensitif dan merusak reputasi maupun kredibilitas Trump. Demikian pandangan tokoh nasional Rizal Ramli.

Pages