5 April 2020

Dolar

Rupiah Ditutup Menguat, Efek Intervensi BI-Pengusaha dan Lockdown Daerah

Konfrontasi - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) mengalami penguatan pada perdagangan hari ini, Jumat (27/3). Rupiah akhirnya ditutup menguat ke level Rp16.185 per USD. Pada pekan depan, kinerja positif tersebut diprediksi masih akan terus membaik ke posisi Rp15.900 per USD.

Upaya BI Jaga Stabilitas Rupiah Agar Tak Semakin Anjlok

Konfrontasi - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sempat melemah hingga sentuh Rp 16.000 per USD. Hal ini dinilai karena aksi kompak para investor dan pelaku pasar untuk menjual asetnya ke dalam bentuk kurs dollar.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, pihaknya telah melakukan beberapa kebijakan dalam upaya menahan pelemahan rupiah lebih dalam. Salah satunya dengan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bsp) menjadi 4,5 persen.

Memilih Aset Safe Haven: Adu Kuat Emas, Dolar, dan Yen

KONFRONTASI -   Sudah jatuh tertimpa tangga. Mungkin itu peribahasa yang ingin sekali dihindari oleh para investor di tengah banyak ketidakpastian pasar. Saat ini, tidak sedikit aset investasi yang terus menguras keuntungan investor.

Investor pun membutuhkan strategi yang cakap agar tidak buntung. Salah satunya, mungkin diversifikasi portofolio melalui aset safe haven yang saat ini dalam tren bullish.

 

Akhir Pekan Rupiah Ditutup Menguat 82 Poin Jadi Rp13.772 per Dolar

Konfrontasi - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan di pasar spot Jakarta, Jumat (10/1/2020), ditutup menguat didukung sentimen eksternal dan domestik.

Rupiah menguat 82 poin atau 0,6 persen di level Rp13.772 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp13.854 per dolar AS.

Dampak Konflik Iran-AS, Investor di Negara Berkembang Main Aman

Konfrontasi - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) dikhawatirkan akan berdampak pada perekonomian negara berkembang, termasuk Indonesia. Salah satunya, berdampak pada volatilitas yang membahayakan ekonomi dalam jangka panjang.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan, dengan adanya konflik ini, investor akan takut untuk berinvestasi ke pasar negara berkembang. Sehingga, ada kecenderungan untuk bermain aman.

Akhir Pekan Rupiah Ditutup Tertekan ke Rp13.930 per Dolar AS

Konfrontasi - Kurs rupiah di pasar spot pada akhir perdagangan, Jumat (3/1/2020) terus menambah poin pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Meski begitu, mata uang Garuda masih stabil di level psikologis Rp13.900 per dolar AS.

Harga Emas Berjangka Kembali Jatuh Lagi

Konfrontasi - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh kembali pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat atau Sabtu (21/12/2019) pagi WIB, setelah sehari sebelumnya tertekan penguatan dolar AS, dan kenaikan ekuitas Wall Street.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari turun 3,50 dolar AS atau 0,24 persen, menjadi ditutup pada 1.480,90 dolar AS per ounce.

Ekonomi AS Positif, Dolar Menguat

KONFRONTASI-Kurs dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), terangkat data positif Amerika Serikat dalam perdagangan lesu, karena ketidakpastian tentang kemungkinan kesepakatan perdagangan AS-China bertahan selama pekan yang diperpendek untuk liburan.

Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat sedikit meningkat pada kuartal ketiga, bukannya melambat seperti yang dilaporkan sebelumnya, karena laju akumulasi persediaan yang lebih kuat dan penurunan investasi bisnis yang kurang tajam.

Rupiah Ditutup Menguat Rp14.137 per Dolar AS

Konfrontasi - Kurs Rupiah di pasar spot pada akhir perdagangan, Jumat (11/10/2019), bertahan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sempat melemah jelang penutupan, mata uang Garuda berhasil berbalik menguat. 

Dolar Menguat, Bagaimana dengan Rupiah Hari Ini?

KONFRONTASI - Kurs dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lain pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar seperempat poin persentase, di tengah meningkatnya risiko dan ketidakpastian yang berasal dari ketegangan perdagangan dan perlambatan ekonomi global.

Pages