1 April 2020

BLBI

Perkembangan Terbaru Kasus Mega Korupsi BLBI

KONFRONTASI- Syafruddin Tumenggung ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus terkait penyelewengan dana BLBI. Meski sudah menggantung lebih dari satu dekade, penanganan kasus BLBI ini dengan tahap penetapan tersangka untuk pertama kalinya oleh KPK dianggap sebagai kemajuan.

Bagaimana ihwal kasus BLBI ini dan apa saja yang perlu diketahui mengenai ini?

Siapa saja yang terlibat?

Syafruddin Tumenggung yang adalah mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus pemberian Surat Keterangan Lunas (SKL) salah satu obligor BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia).

Obligor yang dimaksud adalah Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) yang dimiliki oleh Sjamsul Nursalim.

Sjamsul Nursalim juga dikenal sebagai pemilik perusahaan ban otomotif Gajah Tunggal dan perusahaan ritel ternama PT Mitra Adiperkasa (MAP). MAP adalah peritel untuk merk-merk terkemuka seperti Starbucks, Zara, Marks & Spencer, dan puluhan merk lainnya.

Penetapan tersangka Syafrudin Tumenggung yang menjabat sebagai ketua BPPN di pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri menciptakan spekulasi bahwa Ketua Umum PDIP tersebut mungkin terlibat dalam kasus penyelewengandana BLBI.

Namun politikus PDIP Eva Sundari menyanggah hal itu.

"Posisi Bu Mega bagaimanapun beliau melaksanakan perintah dari MPR, istilahnya mandataris MPR. Dan tidak langsung menerima manfaat dari BLBI tersebut," kilah Eva.

Seberapa besar negara dirugikan?

Kucuran dana BLBI yang diterima Sjamsul sebagai pemegang saham pengendali BDNI adalah sebesar Rp27,4 triliun. Sjamsul kemudian membayar dengan aset-aset miliknya serta uang tunai hingga menyisakan utang sebesar Rp 4,8 triliun.

BBPN juga menagihkan pembayaran sebesar Rp1,1 triliun kepada para petani tambak Dipasena, yang adalah debitur BDNI.

Oleh karena itu, masih ada Rp3,7 triliun yang harus ditagih BPPN ke BDNI.

Namun Kepala BPPN Syafruddin justru mengeluarkan SKL (Surat Keterangan Lunas ) pada April 2004, sehingga masih ada dana sebesar Rp3,7 triliun yang belum dikembalikan ke negara.

Apakah BLBI itu?

BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) adalah dana talangan yang diberikan pemerintah ketika krisis keuangan melanda Indonesia pada 1997.

Ada 48 bank komersil bermasalah akibat krisis pada saat itu, di antaranya adalah Bank Central Asia (BCA) milik Anthoni Salim (yang juga memiliki Indofood), Bank Umum Nasional milik Mohamad 'Bob' Hasan, Bank Surya milik Sudwikatmono, Bank Yakin Makmur milik Siti Hardiyanti Rukmana, Bank Papan Sejahtera milik Hasjim Djojohadikusumo, Bank Nusa Nasional milik Nirwan Bakrie, Bank Risjad Salim Internasional milik Ibrahim Risjad.

Total dana talangan BLBI yang dikeluarkan sebesar Rp144,5 triliun. Namun 95% dana tersebut ternyata diselewengkan, berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan, dan dinilai sebagai korupsi paling besar sepanjang sejarah Indonesia.

BLBI Diusut Lagi, KPK Gali Keterangan dari Kwik Kian Gie

KONFRONTASI-Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri Indonesia Kwik Kian Gie datang ke Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) pada Kamis (20/4/2017).

Usai keluar dari gedung KPK, Kwik mengaku dimintai keterangan sebagai saksi oleh penyelidik KPK terkait penerbitan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Etos Kerja Lembek, KPK Tak Sanggup Tuntaskan BLBI dan Centurygate

KONFRONTASI- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak bisa menjelaskan secara detil, alasan mengapa kasus bailout Bank Century dan skandal Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI).

Wakil Ketua KPK, Laode Muhamad Syarif beralasan kalau kelanjutan penanganan dua kasus itu harus dilakukan secara matang. Menurutnya, akan sia-sia bilamana kasus itu dilanjutkan namun tidak ada keuntungan yang didapat negara.

Raport Jaksa Agung Prasetyo Selama Dua Musim Melempem

Konfrontasi - Sudah dua tahun Jaksa Agung, Muhammad Prasetyo memimpin korps Adhyaksa. Selama itu pula, gebrakan yang diharapkan bisa menaikan pamor kejaksaan dalam memberantas korupsi masih dipertanyakan.

"Kita bingung apa gebrakan yang dibuat oleh Prasetyo," kata anggota Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW) Lalola Easter dalam diskusi Catatan Terhadap Kejaksaan RI di kantornya, Jalan Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Minggu (24/7/2016).

Tax Amnesty Hanya Untungkan Konglomerat dan Pengemplang BLBI

KONFRONTAS-Sekretariat Nasional Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Seknas Fitra) menilai Wacana pemberian pengampunan pajak atau tax amnesty bagi para pengemplang pajak hanya akan memberi kenikmatan bagi para konglomerasi bahkan buronan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) akan menjadi penikmat terbesar tax amnesty.

Tersangka BLBI Samadikun Minta Cicil Biaya Ganti Rugi, Ini Kata Jaksa Agung

Konfrontasi - Terpidana kasus korupsi dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono berencana mengembalikan uang ganti rugi pada negara sebesar Rp169 miliar, dengan mencicil selama empat tahun. Menanggapi ini, Jaksa Agung M. Prasetyo menegaskan, tidak akan menuruti permintaan itu.

Singapura Klarifikasi Pemberitaan Terkait Hatrawan Aluwi

Konfrontasi - Kementerian Dalam Negeri Singapura menganggap pemberitaan media Indonesia mengenai terpidana kasus Bank Century, Hartawan Aluwi yang oleh media Indonesia ditangkap di Singapura, banyak yang tidak akurat.

Untuk itu, dalam keterangan tertulis yang disiarkan dalam laman resminya www.mha.gv.sg, Jumat (22/4/2016), Kementerian Dalam Negeri Singapura menyampaikan tiga hal berkaitan dengan Hartawan.

Jaksa Agung Berikan Alasan Samadikun Tidak Diborgol

Konfrontasi - Kejaksaan Agung menilai kondisi sudah aman sehingga tidak masalah jika Samadikun Hartono, buronan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) tidak diborgol saat tiba di Indonesia dari China.

"Saya tidak melihat masalah itu, tapi yang jelas kan aman sampai dimasukkan ke Rutan Salemba," kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Arminsyah di Jakarta, Jumat (22/4/2016).

Kejagung juga menegaskan tidak memperlakukan secara istimewa Samadikun yang ditangkap di Shanghai, China.

Samadikun Hartono Bungkam Seribu Bahasa, Wartawan Kesal

KONFRONTASI-Buronan BLBI Bank Moderen Samadikun Hartono dieksekusi di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba, Jakarta Pusat, setelah diperiksa selama satu setengah jam.

“Dia ditahan di Rutan Salemba,” kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah kepada wartawan, di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Kamis (21/4) tengah malam.

Menurut Arminsyah, penahanan di Rutan Salemba sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku.

Samadikun Hartono yang mengenakan kaus berkerah hitam-biru muda, memilih tutup mulut meski terus dicerca wartawan.

Begini Lika-liku Pemulangan Samadikun Hartono dari China ke Jakarta

KONFRONTASI-Bukan perkara mudah menangkap koruptor kasus Bantuan Likuditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono yang telah 13 tahun kabur ke luar negeri. Setelah ditangkap 14 April lalu, pemulangannya ke tanah air juga tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Pages