3 April 2020

Bareskrim Polri

Korupsi UPS: Pemeriksaan Ahok oleh Bareskrim Polri Dianggap Pengalihan Isu

KONFRONTASI - Pemeriksaan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok oleh Bareskrim Mabes Polri dinilai upaya mengalihkan perhatian publik. "Ahok diperiksa saat Kabareskrim (Budi Waseso) banyak didesak mundur atau dicopot karena sikapi kasus Hakim Sarpin. Tiba-tiba Bareskrim alihkan opini publik dengan cara memanggil Ahok sebagai saksi untuk kasus UPS yang sebelumnya sempat alami 'deadlock'," kata Direktur Eksekutif Indonesian for Transparency and Acountability (Infra), Agus A. Chairuddin dalam keterangannya kepada redaksi tadi malam (Minggu, 2/7).

Pilkada Serentak: Bareskrim Polri Harus Bongkar Kejahatan Mahar Politik

KONFRONTASI - Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane mendesak Polri mengusut dugaan politik uang atau suap menyuap dengan dalih uang mahar di balik pelaksanaan Pilkada serentak, yang proses pendaftarannya ke KPUD sudah dimulai. Bagaimana pun ujar Neta, keberadaan uang mahar adalah kejahatan yang melanggar KUHP.

"IPW menilai, uang mahar bukanlah biaya politik tapi kejahatan politik yang bernuansa suap menyuap, untuk mendapatkan satu posisi yakni sebagai calon kepala daerah dari satu partai politik tertentu," kata Neta S Pane, kepada wartawan, Sabtu (1/8).

Soal Komisioner KY, Budi Waseso: Penyidik tidak Bisa Diatur-atur

Konfrontasi - Dua tersangka pencemaran nama baik hakim Sarpin Rizaldi, yaitu ketua Komisi Yudisial (KY), Suparman Marzuki dan komisioner KY, Taufiqurrahman Syahuri mengajukan penjadwalan ulang pemeriksaan ke Bareskrim Polri. Mereka meminta diperiksa usai Hari Raya Idul Fitri.

Kabareskrim Polri, Komjen Budi Waseso mengaku sudah menerima surat dari keduanya. Penyidik akan menjadwalkan ulang. Akan tetapi, Budi mengatakan, pemeriksaan akan dilakukan secepatnya yakni sebelum lebaran.

Novel Baswedan: Penyidik Bertindak Baik dan Saya Menghormati Penyidik

Konfrontasi - Badan Reserse Kriminal Polri memeriksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan selama tujuh jam. Novel mengatakan penyidik bersikap baik dan proporsional selama pemeriksaan.

"Saya kira penyidik bertindak baik dan saya menghormati penyidik," kata dia di Bareskrim, Rabu (6/7).

Novel datang mulai pukul 10.45 beserta tim kuasa hukumnya. Setiap adzan Dhuhur, Ashar, dan Magrib, ia keluar dari ruang penyidikan menuju masjid Bareskrim untuk salat berjamaah. Ia tampak santai menjalani pemeriksaan. Ia mengaku dicecar 35 pertanyaan.

Novel Baswedan Datangi Bareskrim Polri Guna Penuhi Panggilan Pemeriksaan

Konfrontasi - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mendatangi Bareskrim Polri, Rabu (8/7) guna memenuhi panggilan pemeriksaan atas kasus yang diduga melibatkan dirinya.

"Nanti saja ya, saya masuk dulu," kata Novel di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (8/7).

Novel yang didampingi dua orang kuasa hukumnya tiba pukul 10.45 WIB.

Usut Tuntas Dugaan Korupsi di KPU, Bareskrim Polri Jemput Bola Hasil Audit BPK

KONFRONTASI - Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Budi Waseso mengaku pihaknya sudah 'menjemput bola' terkait dengan audit dana Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dinilai Badan Pemeriksa Keuangan (NPK) telah merugikan negara sebesar Rp 334 miliar

"Kita sudah jemput bola kita sudah minta auditnya itu," kata Budi Waseso, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan (Selasa, 7/7).

Namun sampai saat ini, lanjutnya, BPK belum memberikan keputusan dan hasil dari audit dana itu

"Saat ini sedang dalam pengerjaan oleh KPK dan akan kita kejar," demikian Buwas.[ian/rm]

Faisal Basri Sambangi Bareskrim Polri, Ada Apa?

KONFRONTASI-Sekitar pukul 17.20 sore tadi, pengamat ekonomi Faisal H Basri terlihat muncul di Bareskrim Polri. Mantan ketua tim tata kelola minyak dan gas itu mengaku ada hal yang perlu dikoordinasikan dengan Barsekrim Polri.

"Koordinasi-koordinasi saja. Biasa saja," katanya sambil memasuki gedung Bareskrim.

Sedangkan Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Victor Edi Simanjuntak mengatakan, pihaknya memang Faisal Basri. Tujuannya adalah untuk meminta pendapat Faisal tentang kasus dugaan korupsi yang tengah ditangani Bareskrim Polri.

Bambang Widjojanto Cabut Gugatan Praperadilan atas Bareskrim Polri, Kenapa?

KONFRONTASI- Wakil KPK nonaktif Bambang Widjojanto mencabut gugatan praperadilan kepada Bareskrim Polri atas penetapannya sebagai tersangka dugaan menyuruh saksi memberikan keterangan palsu dalam sengketa Pilkada Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi pada 2010.

"Alasan pencabutan gugatan karena BW sudah dapat putusan dari Komisi Pengawas Advokat Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) bahwa tidak ada pelanggaran kode etik sehingga tidak mungkin ada pelanggaran hukum," ujar kuasa hukum Bambang Widjojanto, Ainul Yaqin, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu.

Ungkap Aliran Dana Kasus Kondensat, Bareskrim Polri Gandeng PPATK

KONFRONTASI-Hasil ekspose perkara dugaan korupsi kondensat SKK Migas dan PT TPPI akan diberikan Bareskrim Polri ke Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Victor Edi Simanjuntak mengatakan penyerahan tersebut untuk mengetahui ke mana saja uang korupsi kondensat mengalir.

“Senin akan kasih ekspose. Dari hasil analisis PPATK akan diketahui aliran sehingga memudahkan pengungkapan,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (14/5/2015).

Kasus TPPI: Bareskrim Polri bersama BPK dan PPATK Usut Tuntas

JAKARTA-Bareskrim Polri menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) dan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi serta pencucian uang hasil penjualan kondensat (bahan migas mentah) yang melibatkan SKK Migas dan PT TPPI (Trans-Pacific Petrochemical Indotama).

Demiikian disampaikan Kabareskrim Polri Komjen Budi Waseso (Buwas) untuk menelusuri aliran dana terkait aliran penjualan kondesat.

Pages