Skip to main content
x

Sentul City, yang dimiliki ex Napi Swi Teng, Paksa Ambil Tanah Rakyat pakai ''Preman'' dengan gantirugi kurang Rp 20.000/m2

KONFRONTASI- Pesantren dan Tanah Rakyat di Desa Cijayanti dan Bojong Koneng diambil paksa preman-preman dibawah Sentul City dan/atau anak perusahannya, PT Dayu Bahtera KurniaKe
Menurut warga setempat, secara paksa preman preman itu melakukan

- Pemagaran tanah dilaksanakan tanpa adanya komunikasi atau surat-menyurat terlebih dahulu pada masa PPKM.

- Pesantren pun diambil tanahnya oleh mereka https://polisi.news/lahan-rakyat-dan-tanah-pesantren-bela-negara-di-sentul-diserobot-segerombolan-orang/

- Menggunakan paksa dengan preman-preman lokal dan preman luar

- Rakyat dipaksa menjual tanah di harga Rp 3.000 /per m2 s/d Rp 20.000 /per m2 -an dimana NJOP bisa mencapai Rp 300.000++ /per m2 . ''Kekejaman ini sangat mengerikan,'' kata sejumlah warga yang prihatin.

- Pemagaran dan excavator terus berjalan sampai hari ini (16 Agustus). 

- Dilain sisi, konon Sentul city menghibahkan tanah kepada Pusdiklat Propam Mabes Polri  (periksa https://www.beritasatu.com/amp/ekonomi/811641/sentul-city-hibahkan-lahan-untuk-pusdiklat-propam-mabes-polri)

Para warga dan ulama setempat serta para tokoh masyarakat setempat diserukan oleh analis-aktivis agar konsolidasi dan menggunakan para advokat dan ormas-ormas agama untuk membela hak-haknya yang diambil paksa demi keadilan dan kebenaran.

SUI TENG DIPENJARA KARENA SUAP

 Dalam kaitan ini, Bekas Presiden Direktur PT Sentul City, Kwee Cahyadi Kumala atau Sui Teng dijatuhi hukuman pidana penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp300 juta, subsidair 3 bulan kurungan penjara.

Ia terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan tindak pidana suap alih fungsi lahan hutan di wilayah Bogor yang akan dijadikan pembangunan kawasan perumahan elite terpadu.

"Menjatuhkan pidana penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp300 juta," tutur Hakim Ketua Sutiyo Jumagi Akhirno saat membacakan putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (8/6/2015).

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang sebelumnya telah menuntut Sui Teng dengan pidana penjara selama 6,5 tahun penjara dan denda sebesar Rp500 juta, subsidair 5 bulan kurungan penjara, beberapa waktu lalu di Pengadilan Tipikor.

PU KPK menilai bahwa Sui Teng terbukti telah melakukan penyuapan terhadap Bupati Bogor kala itu Racmat Yasin melalui FX Yohan Yap.

Sui Teng disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001.

Selain itu, Sui Teng juga dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Tipikor Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pengaturan dugaan menghalang-halangi penyidikan kasus korupsi.