Skip to main content
x

Rizal Ramli: Perlu renaissance agar demokrasi bekerja untuk Kesejahteraan Rakyat. Dominasi Oligarki Membuat Demokrasi Tidak Bekerja untuk Kesejahteraan Rakyat

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli (RR) menjelaskan Soekarno-Hatta dan para pendiri bangsa memilih desain ekonomi  jalan tengah yakni  tidak memilih  kapitalisme ugal-ugalan dan tidak memilih otoriter komunisme. Ekonomi konstitusi melalui UUD1945  dipilih founding fathers, dan ekonomi konstitusi itu  adalah ekonomi jalan tengah.

RR menegaskan hal itu dalam dialog yang ditayang di link youtube ini https://twitter.com/RamliRizal/status/1455357749915619330

Menurut RR, Pasal 33 UUD45 adalah ekonomi jalan tengah, ekonomi kerakyatan yang bersendikan koperasi, BUMN dan swasta yang saling memperkuat untuk kepentingan bangsa. Para pendiri bangsa seperti Soekarno-Hatta dan lain-lain telah belajar dari krisis Malaise 1930-an dimana kapitalisme ugal-ugalan itu gagal, terpuruk dan tidak bisa mensejehterakan rakyat.

Rizal Ramli Usulkan Pemerintah Gunakan Anggaran Infrastruktur untuk Selamatkan Ekonomi Rakyat

 Tapi belakangan ini, Indonesia era Jokowi memilih ekonomi kapitalisme yang ugal-ugalan tersebut, dengan utang mencapai ribuan trilyun rupiah dan oligarkisme yang mencengkeram, mengusai ekonomi-politik Indonesia.

Indonesia butuh renaisan ekonomi-politik dan kebudayaan karena kondisi hari ini  sudah dikuasai persatuan oligarki, United Oligarchy, oligarki yang merupakan gabungan Pengusaha dan Penguasa,  tadinya dua-duanya sebetulnya  pekerjaan mulia, pengusaha pekerjaan mulia, penguasa pekerjaan mulia. Tapi begitu digabung,  maka Indonesia hancur, rusak  dan menjadi ‘’makanan’’ untuk  para oligark yang semakin kaya itu.

Rizal Ramli 'Sentil' Fadjroel Rachman dan Kaum Aktvis: Jangan jadi  Penjilat, Jangan Lupakan prinsip Keadilan, Demokrasi dan Keberpihakan pada  Rakyat | Konfrontasi: For Justice & Truth

Renaisan diperlukan untuk mengatasi oligarki, mengakhiri oligarki. ‘’Dalam demokrasi mustinya prinsip Trias Politika ditegakkan, ada eksekutif, ada legislatif ada yudikatif, dan yang keempat ada pers yang independen untuk control demokratis. Keempatnya saling mengawasi,’’ kata RR, Menko Ekuin Presiden Gus Dur.

. Namun  apa yang terjadi hari ini? Semua itu digabungkan, semua disatukan, dalam apa yang disebut  sebagai persatuan oligarki, atau United Oligarchy yang sangat merusak dan menghancurkan  Indonesia dan demokrasinya yang baru tumbuh.

‘’Cara mereka bagaimana? Partai-partai, ketua umumnya diberi hak untuk memecat anggota DPR. Zaman Pak Habbibie, zaman Gus Dur Presiden,  nggak ada aturan itu. Anggota DPR tidak boleh dipecat, kecuali melakukan tindakan kriminal, atau korupsi dan sebagainya. Tapi begitu Gus Dur berhenti, ternyata  dikembalikanlah hak ketua umum bisa memecat anggota DPR. Sehingga anggota DPR ini jadi bebek semua. Tidak mewakili rakyat, tapi mewakli kepentingan ketua umum parpol,’’ tegas RR.

Banyak Orang Doakan Rizal Ramli jadi Presiden karena Sikap Moralnya:  Memihak dan Membela Rakyat Kecil | Konfrontasi: For Justice & Truth

Dan yang kedua, untuk mengontrol legislative,  Oligarki tidak perlu 575 orang DPR-RI itu , cukup pimpinan 9 partai dipegang,  sebab setiap ketua umum partai  jelas mempunyai kelemahan  seperti korupsi, kelemahan banyak bisnis dan kelemahan macam-macam, sehingga gampang sekali  oligarki mengendalikan dan menekan mereka.  Tidak perlu 575 orang anggota DPR, cukup  para pimpinan parpol saja dikooptasi dan ditekan, maka  fungsi kontrol DPR-RI dilemahkan dan dihilangkan. ‘’Itulah sebabnya  kita perlu renaissance agar demokrasi bekerja untuk kesejahteraan rakyatm’’ tegas RR.

(FF)