Skip to main content
x

Ricuh, Demo Krisis Air Bersih di Iran Tewaskan Seorang Polisi

KONFRONTASI-Setidaknya satu personel kepolisian Iran tewas ketika salah satu demonstrasi akibat krisis air bersih berakhir ricuh pada Selasa (20/7).

Kantor berita IRNA melaporkan bahwa seorang tak dikenal menembak polisi tersebut dari atas gedung ketika demonstrasi sedang berlangsung di Kota Mahshahr, Khuzestan.

"Saat kerusuhan pada Selasa malam di Taleqani, seorang personel ditembak dari atas gedung," ujar Gubernur Mahshahr, Fereydoun Bandari, sebagaimana dikutip AFP.

Bandari menjelaskan bahwa sejumlah petugas kepolisian lainnya juga terluka akibat insiden penembakan ini.

Ia menegaskan bahwa pihaknya sedang menyelidiki penembakan tersebut. Namun, ia tak mengungkap identitas pelaku penembakan itu, terkait dengan demonstran atau tidak.

Stasiun televisi milik pemerintah mengonfirmasi bahwa sejumlah protes memang digelar di daerah Mahshahr pada Selasa malam karena "situasi air."

Menurut laporan stasiun televisi itu, aksi awalnya berjalan damai. Namun, situasi menjadi ricuh karena bentrokan antara demonstran dan kepolisian yang dipicu "para oportunis."

Sejumlah video yang beredari di media sosial memperlihatkan para demonstran meneriakkan slogan-slogan anti-pemerintah. Dalam sejumlah video, terdengar suara tembakan.

Meski demikian, Gubernur Khuzestan, Qasem Soleimani-Dashtaki, menyatakan bahwa tak ada demonstran yang tewas dalam rangkaian demonstrasi sejak pekan lalu.

"Kami menekankan bahwa pasukan keamanan tak menghadapi demonstran dengan kekerasan, apalagi tembakan," ucap Soleimani-Dashtaki.

Sementara itu, di sudut lain di Khuzestan, terlihat antrean panjang warga yang ingin mendapatkan air bersih. Pemerintah mengklaim bahwa mereka sudah mengirimkan delegasi ke daerah tersebut untuk menangani masalah krisis air bersih ini.

Selama beberapa tahun belakangan, Iran memang kerap dilanda krisis air bersih, terutama ketika gelombang panas dan badai pasir bertiup dari arah Arab Saudi yang menyebabkan Khuzestan kekeringan.

Namun, kekeringan di Iran pada tahun ini lebih parah ketimbang sebelumnya. Presiden Hasan Rouhani bahkan menyebut curah hujan di negaranya turun 52 persen ketimbang tahun lalu.(mr/cnn)

 

Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/