Skip to main content
x

Politik ala Jokowi: Habis Megawati PDIP terbitlah Luhut Golkar? demikan kata analis

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal  Ramli mengingatkan Jokowi agar tidak jadi kacang yang lupa pada kulitnya, maksudnya Jokowi jangan lupa pada Megawati Soekarnoputri/PDIP yang menggendongnya maju jadi capres pada pilpres 2014 dan 2019. Dalam kaitan ini, Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin mengatakan, penunjukan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marivest) Luhut Binsar Panjaitan (LBP atau Luhut)  sebagai Ketua Dewan Pengarah Danau Prioritas Nasional tidak terlepas dari manuver politik Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, Luhut berkali-kali ditunjuk oleh Jokowi untuk mengomandoi proyek ekonomi dan kebijakan strategis pemerintah.

Analis politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai bahwa Jokowi sedang menggunakan kekuatan Luhut untuk menghindari manuver Megawati. Sebab, hanya Luhut yang dianggap bisa menghalau manuver dari Megawati.

Politisi dan analis menilai, oportunisme Jokowi itu mencuat sangat kuat, membuktikan dia politisi oportunis yang bermain di antara Megawati/PDIP dan Luhut/Golkar untuk mengecoh publik dan para pesaing politik-nya. ‘’ Politik atau mungkin oportunisme Jokowi itu Habis Megawati PDIP terbitlah Luhut Golkar ,’’ kata analis F Reinhard MA dari Forum Kebangsaan dan Religius.

"Bisa juga Luhut yang dipercaya Jokowi untuk menghindari Megawati," kata Ujang diwartakan RMOL, Senin (9/8). Luhut ngotot kepemimpinan Jokowi itu berhasil meski rakyat menjerit kesusahan dimana mana.

Dalam kaitan ini, pertumbuhan ekonomi yang diklaim istana Jokowi 7 persen  menurut Anggota DPR RI fraksi PDIP, Darmadi Durianto, klaim  pertumbuhan 7 persen pada kuartal II-2021 itu sulit diuji validitasnya.

"Juli, Agustus, September (masuk) triwulan ketiga pertumbuhan ekonomi kita memburuk. Tapi diumumkan 7.07 persen. Jelas ini artinya masyarakat merasa dibohongin pemerintah," katanya.

Dengan oportunisme Jokowi itu yang mencuat sangat kuat, sementara pandemi corona tidak efektif diatasi, PPKM diteruskan dan ekonomi rakyat terpuruk, dikhawatirkan oportunisme Jokowi itu bakal mengundang kutuk.  Sebab barang siapa menabur angin, bakal  menuai badai, ungkap pepatah Melayu.

(ff/berbagai sumber)