Skip to main content
x

Misteri Evolusi Manusia Terpecahkan, Ahli Temukan Bukti Penggunaan Api 900.000 Tahun Lalu

KONFRONTASI -   Lebih dari dua dekade lalu, ilmuwan Inggris mengemukakan jika ada perubahan besar dalam anatomi manusia sekitar 1,8 juta tahun lalu. Perubahan yang tak dapat dijelaskan itu terjadi pada usus, gigi, bentuk wajah, serta peningkatan ukuran otak manusia. Menurut peneliti itu, perubahan tersebut dipengaruhi penemuan api oleh manusia yang membuat makanan lebih mudah dicerna setelah dimasak. 

Namun tak ada bukti ilmiah yang mendukung kemampuan manusia dalam menggunakan api, apalagi memasak. Hingga kini akhirnya sebuah studi baru yang dilakukan arkeolog dari Israel dan Kanada menemukan bukti penggunaan api oleh manusia purba. Sehingga temuan ini pun menjadi langkah penting untuk memecahkan salah satu misteri terbesar evolusi manusia. Seperti dikutip dari Independent, Jumat (7/5/2021) arkeolog mengungkap jika manusia purba menggunakan api setidaknya 900.000 tahun yang lalu.

Hasil penanggalan tersebut didapatkan peneliti setelah mempelajari sebuah gua prasejarah bernama Gua Wonderwerk di tepi selatan Gurun Kalahari, Afrika Selatan. Meski sejauh ini hanya ada satu titik api purba yang telah ditemukan secara definitif, namun peneliti menduga jika ada lusinan lain yang tersebar di seluruh gua. Kemungkinan di antaranya bahkan bisa berusia lebih tua. "Saya percaya bahwa manusia purba awalnya menemukan cara menggunakan api sekitar 1,8 juta tahun lalu. Kemampuan memasak makanan menyebabkan perubahan besar yang tak dapat dijelaskan dalam anatomi manusia pada waktu itu," kata Richard Wrangham, peneliti dari Universitas Harvard. Selanjutnya, penggalian dan penelitian lebih lanjut saat ini tengah direncanakan. Namun menurut wakil direktur proyek penyelidikan gua, Profesor Michael Chazan dari Universitas Toronto, kemungkinan proyek itu akan memakan waktu beberapa tahun. Lebih lanjut, peneliti menjelaskan 900.000 tahun lalu manusia purba tahu bagaimana mendapatkan dan menggunakan api. Tapi mungkin belum tahu membuatnya. Di zaman prasejarah, api bisa terjadi secara alami dan sangat sering di wilayah sub-Sahara Afrika dan beberapa bagian lain dunia.

 

Kebakaran hutan yang disebabkan oleh sambaran petir dapat berlangsung selama beberapa hari dan asapnya dapat terlihat dari jarak berkilometer. Pada waktu tertentu dalam setahun, kejadian semacam itu sangat sering sering terjadi. Jadi, manusia purba cenderung mudah untuk memperoleh api. Tetapi berhubung mereka belum mengetahui cara membuat api, maka peneliti berteori jika orang-orang itu kemudian mencari tempat untuk mengawetkan api supaya tetap menyala.

Jawaban atas kebutuhan itu adalah gua. Sehingga peneliti berasumsi jika Gua Wonderwerk, 900.000 tahun lebih berfungsi sebagai tempat mengawetkan api daripada digunakan untuk tempat tinggal. Salah satu cara terbaik untuk membawa dan mengawetkan api adalah dengan menggunakan kotoran hewan karena mampu membara selama berjam-jam. Gua Wonderwerk yang terbentang sekitar 140 m ke sisi bukit sendiri merupakan contoh gua tertua di dunia yang digunakan oleh manusia purba. Situs tersebut sudah dipelajari arkeolog sejak 1940-an. Temuan ini telah dipublikasikan di Quaternary Science Reviews.(Juft/KOMPAS)

 

NID
195090