Skip to main content
x

Miris! Kena Covid Buruh Dipaksa Kerja, Muncul Kluster Pabrik

KONFRONTASI  -    Tingginya kasus Covid-19 di Indonesia juga memunculkan sejumlah klaster mulai dari klaster keluarga, kantor, hingga pabrik. Meski ada pembatasan mobilitas dan anjuran bekerja dari rumah, nyatanya tidak semua pekerja dapat dilakukan dari rumah.
Para pekerja pabrik masih harus datang bekerja demi mendapatkan upah, dan banyak pada akhirnya yang terpapar Covid-19. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan pekerja yang tengah terpapar dan menunjukan hasil yang positif masih harus bekerja dengan syarat saturasi oksigen dan CT sudah membaik.

Tingkat penderita Covid-19 di klaster pabrik pun di atas 10% dan puluhan ribu buruh harus melakukan isolasi mandiri jika positif Covid-19 tanpa ada vitamin dan obat. Ketika pekerjanya banyak yang positif pun yang bisa diterapkan hanya jam kerja bergilir atau produksi sama sekali terhenti.

"Info yang kami dapatkan adalah pekerja yang masih positif tapi saturasi oksigen dan CT sudah membaik, maka mereka disuruh masuk bekerja," kata Said kepada CNBC Indonesia, Selasa (20/7/2021).

Dia mengatakan mayoritas pabrik atau industri manufaktur masih masih bekerja 100% di sektor elektronik dan komponen, otomotif dan komponen, tekstil, garmen, sepatu, farmasi, bank, logistik, percetakan, industri semen, energi, kimia, pertambangan, dan berbagai sektor lainnya. Pabrik tersebut menyebar di Jabodetabek, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung, Semarang, Kendal, Jepara, dan berbagai daerah lainnya.

"Kalau pabriknya banyak libur dan buruh isoman terlalu lama, maka target produksi turun. Sehingga langkah yg diambil perusahaan adalah merumahkan karyawan dengan potong gaji, dan terakhir akan dilakukan PHK kalau Covid-19 meningkat dan arus kas terganggu," kata dia.

Menurutnya, sudah banyak manajemen perusahaan yang mengajak berunding serikat pekerja untuk persiapan efisiensi perusahaan dengan cara mengurangi jumlah buruh atau PHK bertahap.

Said menegaskan solusi untuk menjaga buruh di masa pandemi ini adalah memberikan vitamin dan obat gratis dari BPJS Kesehatan bagi buruh yang isoman. Dengan begitu pekerja bisa cepat sembuh dan masuk kerja.

"Percepat dan perbanyak buruh yg di vaksin gratis. Keluarkan Permenaker darurat Covid yang mengatur kerja bergilir, bukan wfh, dan tidak boleh ada potong upah. Dengan demikian ledakan phk bisa dihindari," pungkasnya.

(Juft/CNBC)