Skip to main content
x

Masyarakat Menilai Ngabalin 'Waton Suloyo'', bertabiat Premanisme, Anti-Intelektualisme. Bang Rizal Ramli Jangan Ladeni Ngabalin yang Nggak Level dan Penuh Pikiran Jorok

KONFRONTASI-  Masyarakat warga (civil society) menilai, pernyataan yang dilontarkan Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin terhadap ekonom senior Rizal Ramli (RR) adalah ucapan bertabiat premanisme berkedok agama, yang justru menghancurkan image Istana Jokowi sebagai elite yang bajik dan bertatakrama. Mohon Bang Rizal Ramli jangan meladeni Ngabalin. Kebajikan Jokowi dan lingkarannya tergerus habis akibat pernyataan kasar/brutal  Ngabalin yang 'waton suloyo'' karena anti-intelektualisme dan otaknya keruh dengan premanisme dan pikiran jorok,sekeruh septic tank Ngabalin sendiri.

Sebelumnya, RR menyebut kalau setiap kali  jurnalis, penulis,  aktivis atau seseorang dipolisikan dengan tudingan berbuat  bohong,  maka  Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun layak dipolisikan karena kerap mengumbar janji bohong terhadap masyarakat.Anehnya, tahu akan hal ini, Ngabalin mendadak kasar dan geram hingga membahas mengenai sakit hati hingga menyebut otak RR hanya tersisa septic tank.

Demikian pandangan para analis dan aktivis LSM Muhamad Nabil MA dan Zulfikar Shalahudin  Keduanya mengecam Ali Mochtar Ngabalin sebagai model wacana istana Jokowi, dimana Ngabalinisme sebagai wacana mencerminkan sosok aparat  yang  sudah tak punya urat malu lagi.

AM Ngabalin

''Bang Rizal Ramli jangan meladeni Ngabalin, maaf ya, Ngabalin itu cermin batin istana Jokowi yang kotor sehingga memelihara Ngabalin. Harusnya teras, dapur dan tolilet istana itu bersih dan tertata, tapi pernyataan Ngabalin itu mencerminkan bahwa teras, dapur sampai WC istana Jokowi itu kotornya minta ampun kayak Ngabalinisme itu. Tak punya malu, dan sekotor-kotornya mata batin istana Jokowi tercermin dari pernyataan kotor  Ngabalin di media, di medsos, '' kata M Nabil, peneliti CSRC UIN Syarif Hidayatullah, jebolan pesantren, UIN Jakarta dan pasca sarjana  STF Driyarkara

'' Masyarakat madani (civil society), maaf ya, melihat dan menilai, Ngabalin  yang berkostum Islam itu dipakai istana Jokowi  sebagai preman berkedok agama untuk menyerang kaum intelektual kritis dan itu sangat menjijikkan,'' kata Zulfikar Shalahudin,  aktivis sosial, editor/penulis buku  dan peminat filsafat  dari  NU kultural Aceh .

nbl

M Nabil

Para analis dan aktivis menilai  pernyataan kasar Ngabalin itu menunjukkan otak Ngabalin yang penuh  isi septic tank dan mengotori istana presiden. Citra Jokowi dibuat rusak berat  dengan gaya kasar dan brutalnya dalam verbalisme Ngabalin. Harusnya Jokowi menyadarinya bahwa hanya di era Jokowi, staf istana omong kotor dan kasar serta membusukkan citra presiden sendiri.

''Tolong Bang RR jangan meladeni Ngabalin, biar netizen, aktivis dan masyarakat warga yang merespon Ngabalin.  Jelas Ngabalin nggak level menghadapi RR.  karena westafel di air payau, nggak selevel lah yo,” pungkas Zulfikar. ***