Skip to main content
x

Martabat Tujuh Dan Hakikat Dia (14

Juftazani


Cahaya Muhammad unsur pertama yang membangun struktur eksistensi manusia
Baru struktur alam semesta
Karena pancaran cahaya Muhammadlah struktur alam semesta terbentuk
Struktur berskala besar alam semesta dibagi dua 
Ruang berisi sangat sedikit galaksi dan ruang galaksi yang disebut filamen galaksi
Saksikan ruang kosong antara  void  yang sangat luas dengan filamen galaksi 
Filamen galaksi yang dipenuhi tirlyunan bintang, planet 
Dan ether dan ribuan zat-zat kimia 
Berterbangan di seluruh alam semesta


Cahaya Muhammad membentuk dua unsur bagaikan dua wajah mata uang 
Wajah yang sesungguhnya ruh insani yang terpancari cahaya absolut
Wajah semu adalah jasad yang selalu ikut tuannya wajah pertama (1
Pada manusia biasa wajah pertama terpancar sejak zaman azali 
hingga masa bayi 
Di era kanak-kanak sampai dewasa ia dibentuk lingkungannya 
Ia melupakan ruh insaninya 
Banyak sosok ini lahir 
Bentuknya manusia tapi sesungguhnya manubilis (2


Cetakan pertamanya adalah hamba 
O betapa mahalnya menjadi hamba di dunia fana ini
Adam saat terlanjur berbuat dosa
Porak poranda dan memerlukan dua ratus tahun meminta ampun  
Tapi hampa dan kekosongan cinta
Adam tak menemukan wajah ruhnya yang abadi
Suatu hari ia menatap ke langit dan betapa kagum
Ia saksikan tiang-tiang ‘arsy dipenuhi nama Muhammad 
Bersahalawatlah Adam dan seketika basah pipinya dengan airmata
Jiwanya seperti terbang ke luar angkasa 
Kini Adam kembali ke fitrah aslinya 
Kini bukan lagi seekor pungguk yang rindukan bulan
Tapi bulan dikeliling sang elang dengan sayapnya yang telah menemukan
Bahjwa Adam adalah makhluk langit
Bukan makhluk bumi 
Seperti pungguk yang tak bisa terbang

 

Tangerang, 16 November 2021

-----------------
1). Nafsul Muthmainnah atau insan Kamil 
2).  Seorang seniman jebolan senirupa ITB,  Semsar Siahaan melahirkan sebhuah lukisan bertajuk "Manubilis" , ini adalah karya Semsar Sihaan paling ikonik.   karya lukisannya dalam pameran tunggal karya Semsar di tahun 1988, yang memerikan sesosok manusia memakai jas , bernafsu binatang serta mempunyai kelicikan seperti Iblis. Inilah karya Semsar yang ditujukan sebagai kritik sosial paling tajam di eranya, dimana Manubilis merepresentasikan sisi gelap Orde Baru, seorang penjahat kerah biru atau kerah putih, secara sekilas tampak terhormat, namun di belakang ia menerkam kaum lemah seperti rakyat kebanyakan (jelata), kaum buruh, kaum marjinal yang tak masuk hitungan. Suhunan Situmorang, seorang sastrawan yang akrab dengan Semsar mengatakan bahwa sejak remaja Semsar telah menampakkan sikap keras dan tegas melawan rezim yang dibangun Orde Baru. Semsar juga menolak militerisme, tanpa pernah takut . Namun sangat aneh, ayah Semsar Ricardo Siahaan merupakan seorang perwira Tinggi  AD, Mayor Jenderal Ricardo Siahaan