Skip to main content
x

Martabat Tujuh Dan Hakikat Dia (13

Juftazani


Cahaya Muhammad dalam martabat tujuh 
Mendapat termpat sangat terhormat dalam keyakinan kaum sufi
Tanpa cahaya (Nur) Muhammad 
Tak akan mungkin Allah menciptakan alam semesta dan seluruh isinya
Allah ciptakan Nabi Muhammad dari cahayaNya
Dalam bentuk cahaya Muhammad 
Ini aqidah dan keyakinan penganut tarekat 
Yang tak bisa ditawar-tawar 

 

Cahaya Muhammad di dalam teks-teks kitab Futuh al Makkiyah 
Dibeberkan Ibnu Arabi
Sufi, ulama,ahli tasawuf dan filosof terbesar menyebut:
Semula cahaya Allah itu menari-nari dan menjelma cahaya Muhammad
Dalam tarian yang teramat indah yang belum pernah disaksikan
Dia manusia agung, unggul, kekasih Allah yang paling dekat dan paling erat
Yang tak bisa diabaikan siapa saja
Dia cahaya yang berjalan di atas air
Dia cahaya yang menari di angkasa raya
Dia cahaya yang meresap ke dalam ruh Azazil 
Hingga dengan cahaya dia (nur Muhammad)
Azazil mendapat kemuliaan sebagai kepala makhluk langit ratusan juta tahun


 

Cahaya Muhammad sebagaimana diterangkan dalam 
L’imagination creative dans le soufisme d’Ibnu Arabi  yang digambarkan Henry Corbin
Menjadi inti dari seluruh semangat yang ada setelah Dzat Mutlak  
Ibnu Arab seperti diterangkan Corbin 
Sangat tegas memerikan keagungan pribadi Nabi Muhammad 
Dialah sosok pribadi utama dan mulia 
Bercitra agung - kudus dalam keabadian dan praeksistensinya


Cahaya Muhammad yang terpatri dalam surah an-Nur 35
Karena telah ditanamkan cahaya Muhammad ke dalam ruh Azazil dalam ratusan ribu tahun berjalan
Hingga Azazil menjadi makhluk utama dan terdekat dengan Dzat Mutlak 
Namun ketika Azazil enggan bersujud kepada Adam 
Ia lupa cahaya Muhammad pada Adam
Padamlah cahaya Muhammad dalam ruh Azazil
Jibril dan Mikail Menangis sejadi-jadinya menyaksikan Azazil Terjatuh ke tingkat dasar terendah alam semesta
Meninggalkan asap hitam bekas dosa kesombongan dan keangkuhannya
 


 

Oh, malang nasibmu Azazil
Mengapa kau biarkan penyakit-penyakit hati bersarang di dalam ruhmu
Wujudmu dan wujud Adam adalah hakikatnya sama
Tapi kau melihat dengan pandangan berbeda

 

Manusia di hari-hari ini yang mampu memandang cahaya Muhammad
Pada wajah sang Guru Mursyid 
Karena wajah Guru Mursyid bukanlah wajah ulama biasa yang hadir di hadapannya
Itu wajah yang terpancari cahaya Muhammad yang azali dan abadi
Maka terang benderanglah ruh hamba (murid) yang terpancari cahaya Guru Mursyid
Dan ia tidak berguru selamanya pada Azazil yang menjadi gelap 
Akan selamat sampai ke hadirat Tuhannya
Karena dibimbing oleh ulama rabbani yang dinamai Guru Mursyid
Dan ia akan kembali ke azali dalam kebahagiaan dan berjumpa 
Bernaung di bawah kemegahan bendera nabi Muhammad
Di padang mahsyar yang hebat 
Di saat banyak manusia mencari pembimbing (pemimpin)nya dan dalam keadaan buta
Meraba-raba mencari jalan ke surga
Atau dipaksa malaikat Malik dan ditendang ke lembah neraka
Yang bergejolak dan membara

 

Tangerang, 12 November 2021