Skip to main content
x

Mantan Wapres, JK Sebut APBN Indonesia Bisa Ludes karena Utang, Rocky Gerung: Istana Kok Begitu aja Gak Paham

KONFRONTASI -    Pengamat politik Tanah Air, Rocky Gerung turut mengomentari pernyataan Jusuf Kalla (JK) soal APBN Indonesia yang bisa ludes karena utang yang telah menumpuk.

Hal tersebut disampaikan Jusuf Kalla dalam webinar bertema 'Masalah Strategis Kebangsaan Dan Solusinya' pada Minggu, 27 Desember 2020, 

Jusuf Kalla mengingatkan, jika persoalan utang ini tidak segera diselesaikan oleh pemerintah, maka besar kemungkinannya ekonomi Indonesia akan semakin terpuruk dan APBN pun bisa tergerus hanya untuk membayar bunga dan mencicil utang tersebut.

"Masalah berikutnya nanti bisa-bisa 30 hingga 40 persen daripada anggaran kita tahun berikutnya habis hanya untuk membayar bunga dan mencicil utang, itu yang akan kita hadapi," ujar JK.

Menanggapi hal tersebut, Rocky Gerung menilai belakangan Istana terkesan terlalu menganggap enteng persoalan utang ini dengan cara menyamakannya dengan negara lain.

"Itu yang selalu disepelekan oleh Istana, bahwa itu belum melanggar batas, segala macam, dibilang masih dalam rasionalitas ekonomi, mereka juga malah membandingkan dengan Amerika dan Jepang yang juga berutang," ucapnya.

Padahal menurut Rocky Gerung, permasalahannya bukan karena seberapa banyak utang yang Indonesia miliki saat ini, namun seberapa tinggi kemampuan masyarakat Indonesia untuk membayar utang tersebut.

"Tapi mereka gak pernah itung bahwa, satu dollar utang Amerika itu cukup dan bisa dibayar oleh satu orang, kalo kita, kita berutang satu dollar, harus 20 orang yang bayar," tuturnya.

Dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari kanal YouTube Rocky Gerung Official, Senin, 28 Desember 2020, jadi kemampuan membayar inilah menurutnya yang menjadi permasalahannya.

"Itu statistik, pemerintah kadangkala mengabaikan konteks, kekuasaan selalu ingin konteksnya diabaikan supaya aman, tapi daya bayar kita itu yang satu per dua puluh dari Amerika, itu yang Istana gak ngerti, kok begitu aja gak paham," ujar Rocky Gerung.

Sebelumnya, JK telah menyampaikan jebloknya ekonomi Indonesia saat ini tak bisa dilepaskan dari pengaruh Covid-19. 

Hal itu diperparah dengan kondisi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang sudah mengalami defisit sebelumnya.

Dalam data statistik setebal 194 halaman tersebut merinci utang banyak negara-negara di dunia hingga akhir 2019. Mulai dari besaran total, sumber utang hingga rasio utang.

Berdasarkan data tersebut, 10 besar negara dengan utang terbanyak adalah China berada pada posisi pertama dengan total ULN mencapai 2.1 triliun dolar Amerika. Diikuti Brasil 569.39 miliar dolar Amerika, India 560.03 miliar dolar Amerika, dan Rusia 490.72 milar dolar Amerika.

Setelahnya baru Meksiko 469.72 miliar doalar Amerika, Turki 440.78 miliar dolar Amerika, dan Indonesia dengan nilai utang 402.08 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp5,600 triliun. Kemudian Argentina 279.30 miliar dolar Amerika, Afrika Selatan 188.10 miliar dolar Amerika, dan Thailand 180.23 miliar dolar Amerika. (Jft/PIKIRAN)

 

 

"Defisit APBN kita lebih dari 1.000 triliun. Saya kira ini menjadi sejarah ekonomi kita, nilai yang tertinggi," kata mantan Wakil Presiden RI ini.

"Bila hal ini tak segera dibenahi pemerintah, maka bukan tidak mungkin ekonomi semakin terperosok lebih dalam dan akan memunculkan masalah-masalah baru," tutur JK.

Perlu diketahui juga, Bank Dunia telah merilis International Debt Statistics (IDS) 2021 pada Oktober 2020 dan Indonesia masuk ke dalam 10 besar negara dengan utang terbanyak.

NID
190048