Skip to main content
x

Mantan Narapidana Teroris di Aceh Tidak Tersentuh Bantuan Pemerintah

KONFRONTASI -   Mantan Narapidana Teroris (Napiter) di Aceh hingga saat ini belum tersentuh bantuan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Mereka sehari-hari menguliti pekerjaan bertani dengan bantuan seadanya dari masyarakat dan bantuan Kodim 0103/Aceh Utara, Kamis (30/7/2020).

Yang lebih parahnya lagi, mereka harus menyewa lahan untuk menggarap lahan pertanian yang saat ini dikembangkan yaitu tananam Kates California bertempat di Desa Cot Seurani, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, karena tidak disediakan lahan oleh pemerintah.

Jumlah napiter di dibawah pembinaan Kodim 0103/Aut berjumlah 4 orang, yaitu Taufik Marzuki (35) warga Cot Seurani Kecamatan Muara Batu, Andre sering disapa Tgk Amat Cs (34) warga Tanoh Anoue, Kecamatan Muara Batu, Abu Granat Cs (39) warga Muenasah Drang, Kecamatan Muara, Kabupaten Aceh Utara, Muktar (39) warga Blang Crum, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe.

“Kita mengharapkan kepada pemerintah untuk dapat memperhatikan mantan Napiter dengan memberikan pembinaan, kemudian memberikan modal usaha untuk melengkapi kegiatan Napiter dalam hal yang positif. Karena kita tidak seperti yang dulu lagi, karena kami butuh proses untuk perubahan,” ucap Tgk Amat Cs mantan napite kasus pelatihan teroris di gunung Jantho, Aceh Besar.

Kemudian ia menyebutkan, untuk saat ini pihaknya sangat mengharap bantuan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan juga instansi terkait agar dapat memberikan bantuan kepada mereka baik di bidang pertanian, peternakan, dan kelautan.

“Kepada pemerintah diharapkan dapat memperhatikan kami, agar kami benar-benar fokus kepada pertanian yang sedang kami jalankan saat ini, supaya kami tidak kembali melakukan aktivitas yang bertentangan dengan hukum di Negara Indonesia,” ujarnya.

Selanjutnya Taufik Marzuki mantan narapidana teroris yang ditangkap di Malaysia 2010 mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan penanaman Kates California sebanyak 400 batang di lahan masyarakat di pinggir jalan Medan – Banda Aceh tepatnya di Desa Cot Seurani, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. 

“Modal membeli bibit kami dapatkan dari sumbangan kawan-kawan dan warga yang ada di sini. Alhamdulillah dengan usaha perkebunan ini kami bisa menafkahi istri dan anak kami walaupun dengan serba kekurangan,” imbuhnya.

Selanjutnya pihaknya mengharapkan, kepada pemerintah untuk memberikan lahan seluas sepuluh hektar untuk digarap bersama rekan Napiter yang ada di Aceh, untuk memenuhi kebutuhan keluarganya yang lebih layak.

“Kami hanya di berikan pelatihan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berupa pelatihan pertanian. Terkait batuan untuk membuka lahan tidak ada, hanya dari pihak Kodim 0103/Aut yang membantu kami dengan biaya seadanya,” keluhnya.

Sementara itu Abu Granat Cs peneror Bom di Vihara Lhokseumawe dan Vihara Bireuen menyebutkan, dengan adanya bantuan pemerintah para Napiter bisa membuka lapangan kerja sendiri, sehingga  tidak terjerumus kepada perbuatan sebelumnya.

“Kita mengharapkan kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat tolong lihat kami, dan perhatikan kami para napi teroris, supaya dapat diberdayakan agar tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum,” cetusnya.

Dandim 0103/Aut Letkol Inf Agung Sukoco S.H mengatakan, pihaknya sudah memberikan pelatihan khusus dan pembinaan kepada empat mantan teroris yang ada di wilayahnya, yaitu di bidang pertanian, perikanan, dan perdagangan, sesuai minat mereka masing-masing

“Kita mengharapkan kepada mereka yang sudah sadar untuk mempertahan aktivitas mereka saat ini, seperti berkebun dan berdagang. Kemudian diharapkan tidak memikirkan yang radikal dan tidak ikut-ikutan dengan kelompok-kelompok yang bertentangan dengan hukum negara kita,” pungkasnya. (Jft/SUARAINDONESIA).

NID
183736