Skip to main content
x

Kelangkaan Solar Membuka Kotak Pandora Kekacauan Sub Holding Pertamina

KONFRONTASI -    1. Kebakaran dan ledakan 4 kilamg Pertamina yakni kilang balikpapan, kilang balongam, kilang cilacap dan kilang plaju itu ada dampakmya bagi kemampuan Pertamina dalam menyediakan BBM. Kebakaran kilang ditenggarai sebagai dampak langsung dan tidak langsung dari amburadulnya  organisasi perusahaan akibat sub holding.

2. Pengurangan belanja modal pertamina hingga 80 triliun dalam tahun 2021 akiirnya mengurangi kemampuan Pertamina dalam menyediakan solar. Pengurangan belanja modal atau efisiensi merupakan implikasi dari sub holding Pertamina yang konon diarahkan bagi penghematan belanja modal perusahaan dan sekaligus mencari sumber pendanaan melalui IPO.

3.Sub holding di Pertamina membuat koordinasi di dalam BUMN pertamina  semakin sulit, jalur  komando, pembagian tugas di antara anak perusahaan, koordinasi, kokompakan menjadi sangat lemah.pejabat Pertamina akan malu malu kucing memberi perintah. Pejabat sub holding akan sungkan koordinasi ke pertamina takut sewa aset dimahalin oleh induk holding. Bisa cekak.

4. Pemisahaan aset operasional di dalam Pertamina menjadi sangat tidak jelas. Darimana uang Patra Naga dan bagiamana  Patra Niaga membelanjakan uang yang bukan miliknya sendiri. Utang atau dari pengalihan aset pertamina atau dari pemegang saham.

5. Bagaimana Patra Niaga membeli solar dengan memilih sumber yang paling murah, membeli ke siapa, apakah membeli ke kilang  atau impor dari Singapura saja yang lebih murah.

6. Kepada siapa Patra Niaga mencari tambahan koota solar, sementara kuota solar ditetapkan oleh menteri, BPH migas dan  melalui APBN. Sementara patra niaga bukan BUMN. Jadi statemen Patra Niaga bahwa kuota tidak akan cukup sampai akhir tahun harus diapresiasi oleh penanggung jawab sub holding untuk memberikan jalan keluar. 

7. Bagaimana barang bersubsidi atau solar subsidi  dikelola oleh patra niaga sementara patra niaga bukan BUMN. Jika patra niaga mengambil inisiatif sendiri untuk menambah pasokan melebihi kuota maka akan berimplikasi subsidi meningkat, maka dengan demikian maka hal teraebut adalah tindakan korupsi.

8. Kelangkaan solar dan BBM.akan terus berlangsung dalam waktu ke depan karena tidak mungkin bagi Patra Niaga sebagai sub holding memiliki kemampuan keuangan untuk membeli BBM. Dari mana uangnya? Siapa yang mau kasih uang? Bank, holding atau pemegang saham?

9. Patra Niaga sebagai sub holding tidak akan mungkin dapat bersaing di masa mendatang dengan pemasok swasta yang dapat membeli BBM dengan memilih sumber yang murah. Sementara Patra Niaga harus membeli dari kilang pertamina yang mahal. 

10. Transaksi di dalam, bahasa keuangannya insider trading, menyangkut belanja crude, penyertaan induk, pengalihan aset, sewa menyewa gedung dan peralatan, bagaimana mengukurnya. Sub holding akan membuka peluang pejabat induk dan sub holding wara wiri ke KPK setiap hari, atau bareskrim. Ngeri (Redaksi2/AJNN)