Skip to main content
x

Indonesia Bergelimang Utang, Haruskah Takut?

OPINI-RI negara besar dgn populasi no 4 didunia setelah RRC, India dan USA. SDA terbesar no 3 di dunia setelah Brazil dan Russia.

Hutang Indonesia saat ini sekitar Rp. 6.554 Triliun ato 41.35 % dari PDB. Menurut ekonom oposisi sd 2024 hutang diperkirakan akan jadi Rp. 10.000 T.

Apakah kita hrs takut dgn hutang yg besar ? Mindset harus diubah yg penting hutang dikelola dgn baik, jangan dikorupsi dan prioritas penggunaannya tepat serta efisien.

Aturan bahwa batas maksimal ratio hutang 60% dari PDB sdh harus diubah krn ini akan mengekang kita sendiri.

Dibandingkan dgn negara lain spt Jepang dan USA yg rationya 125%.

Dari daftar 10 negara yg tertinggi berhutang, teratas China US$ 2.1 T dan Indonesia no 7 sebesar US$ 402 B. Mk kita hrs bisa mengatur strategi hutang yg cermat dan cerdas. 

USA total hutangnya amat besar US$ 28.4 T. Bisa gagal bayar kewajibannya Oktober ini klo tak segera Senat menaikan ratio batas utang yg selalu diganjal Partai Republik.

Namun beban bunganya hutang USA hanya 1.6% dari PDB atau setara 5.3% dari APBN nya. Bandingkan dgn Indonesia yg 17% dari APBN setara 19% dari penerimaan negara. Ini yg harus diturunkan segera hingga sekitar 10% saja.

Minggu lalu Banggar DPR setuju menaikkan defisit APBN 2022 yg max 3% menjadi 4.85%.  

Problemnya sama, dari mana duitnya.?

Sementara itu Menkeu bilang kita hrs mewaspadai kasus di Cina, gagal bayar utang nya Evergrande. Juga kasus di USA.

Dari realita dilapangan dalam dua minggu terakhir dana pasar modal yg meninggalkan bursa sekitar Rp. 11 T.

Dan demand membeli SUN anjlog 40%. Jadi sebenarnya itu yg harus dikhawatirkan hingga jurus menjual SUN ato Sukuk bisa mati pelan pelan -tinggal kenangan.

Masalah kita adalah tiap tahun pusing utk membayar bunga hutang krn prosentasenya amat tinggi. Ini yg harus diturunkan 10% (ato lebih rendah) saja dari pendapatan agar sesuai dgn persyaratan WB/IMF. Lalu dimana soalnya ?

Ternyata bunga pinjaman kita itu tinggi mencekik leher. Bisa dimengerti krn utk menarik investor SUN maupun obligasi kita berkupon tinggi. Ini harus segera diakhiri.

Salah satu cara yg masuk akal adalah mendapatkan pinjaman jumlah besar berjangka panjang yg berbunga rendah. Misalnya opsi meminjam US$ 500 B berbunga rendah utk menyelesaikan hutang yg berkupon tinggi US$ 300 B hingga tersisa US$100 B yg berbunga wajar (krn hutang kita US$ 400 B). 

Maka msh ada US$ 200 B utk mengisi defisit APBN , melanjutkan pembangunan memberikan stimulus bagi UMKM dll.

Diharapkan ekonomi bisa berjalan baik apalagi epidemi berubah menjadi endemi.

Para ekonom di dlm dan di luar pemerintahan yg umumnya bersekolah di USA mustinya tahu bahwa pemerintah USA berhutang sangat besar US$ 28.4 T. Sedangkan rakyatnya sendiri juga berhutang US$ 17 T ato total hutang mrk US$ 45 T. Jadi sebenarnya tak perlu ditakutkan hutang besar, asalkan spt disebut diatas - tidak dikorupsi, dikelola dgn baik, prioritasnya tepat dan penggunaannya efisien.

Bila ini dilakukan mk kita aman sd 2024 dan setelah perhelatan Demokrasi yg diharapkan berjalan tanpa gejolak kita bisa menggenjot pembangunan sesuai target mencapai 2045.

_______________

Oleh: Hadidjojo