Skip to main content
x

Stok Vaksin Menipis, Ini Respon Menkes

KONFRONTASI-Vaksinasi Covid-19 di tengah lonjakan kasus positif akibat penyebaran virus varian Delta mengundang animo yang cukup tinggi dari masyarakat.

Namun, Kementerian Kesehatan mencatat stok vaksin Covid-19 yang sudah siap disuntikkan kepada masyarakat mulai menipis.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin memaparkan, pihaknya hingga Minggu kemarin (25/7) telah mencatat ada 85 juta dosis vaksin jadi yang sudah diterima. Namun, sekitar 63 juta dosis sudah digunakan.

"Jadi ada stok di (pemerintah) pusat dan provinsi serta kabupaten/kota 22 juta dosis. Itu stok yang lama, itu kira-kira stok tidak sampai sebulan," ujar Budi dalam jumpa pers virtual yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (26/7).

Kendati begitu, Budi merasa stok tersebut akan ditambah lagi dengan produksi vaksin yang dilakukan Bio Farma selama satu setengah bulan ke depan.

Karena, hingga kemarin pemerintah secara total telah menerima 132 juta vaksin dalam bentuk bahan baku. Hanya saja, yang bisa diproduksi menjadi vaksin siap pakai hanya 80 persennya.

"Sehingga vaksin jadinya hanya sekitar 105 juta. Cuman jadinya satu setengah bulan sejak datang. Kenapa kita baru ada 85 juta? Karena sisanya, yang 20 juta masih dalam proses di pabrik, kemudian di sertifikasi baru kita dapat setiap minggunya," ungkapnya.

Selain itu, bekas Wakil Menteri BUMN ini juga memastikan adanya tambahan vaksin yang akan datang pada akhir bulan Juli ini sekitar 8 juta vaksin Sinovac dan 4 juta vaksin AstraZeneca.

"Itu mulai tangal 25 sampai 31 (Juli). Agustus, 45 juta vaksin dari Sinovac, AstraZeneca, Moderna dan Pfizer (akan datang juga)," bebernya.

Maka dari itu, Budi meminta masyarakat untuk bersabar menunggu vaksin-vaksin tersebut datang mulai tanggal 25 Juli. Sehingga, sisa stok yang 22 juta dosis akan dimanfaatkan untuk menggelar vaksinasi yang masih akan berjalan.

"Saya memahami sekarang semua daerah semangat melakukan vaksinasi. Kita (pemerintah) akan berusaha memenuhinya," tuturnya.

Lebih lanjut, Budi menyebutkan perkembangan data vaksinasi yang sudah dilakukan pemerintah. Di mana, sudah ada 63 juta warga Indonesia disuntikkan vaksin dengan rincian 44,9 juta baru disuntik dosis pertama dan 18,3 juta disuntik dosis kedua.

Dalam menentukan target vaksinasi, Budi memastikan akan memberikan prioritas dengan mengacu pada basis risiko. Artinya provinsi-provinsi yang kasus aktif, angka kematian, dan kapasitas tempat tidur isolasi pasien Covid-19 tinggi, akan diberikan lebih banyak stok vaksin.

"Siapa saja? Banten, DKI, Jabar, Jateng, Yogya, Jatim, Surabaya, itu yang paling tinggi. Kita juga akan memprioritaskan orang-orang yang di atas 50 tahun yang ada komorbid. Kita lindungi mereka," tandasnya.(mr/rm)