Skip to main content
x

Rizal Ramli: Kerugian negara akibat Quota Impor Pangan jor-joran itu puluhan trilliun setiap tahun

KONFRONTASI- Tokoh bangsa Rizal Ramli (RR) mengungkapkan, kerugian negara akibat quota impor pangan jor-joran itu puluhan trilliun setiap tahunnya. Sistem quota yang hanya menguntungkan kartel impor pangan harus diganti dengan sistim tarif. Biaya bunga untuk stabilisasi harga pangan (stock management) harusnya dibayar negara.

RR melihat, Kebijakan impor beras dan pangan merupakan kebijakan yang sangat politis. Dan kebijakan impor beras maupun pangan  yang dilakukan secara tiba-tiba ini sangat berbau politis dan jelas perburuan rente di tengah produksi padi petani yang meningkat.

RR mencurigai, pejabat/pedagang  banyak yang berburu rente dengan memaksakan adanya impor pangan

Tak mengherankan kalau Perum Bulog rugi terus dan Bunga Bank tetap Jalan, Budi Waseso  ungkapkan Pemeritah utang Rp4 Triliun

 Indonesia era Jokowi masih kesulitan untuk lepas dari belenggu impor pangan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sejak Januari-Juni 2021 atau sepanjang semester I-2021, Indonesia telah melakukan impor pangan hingga US$ 6,13 miliar atau setara dengan Rp 88,21 triliun.

Komoditas pangan yang diimpor oleh Indonesia terdiri dari berbagai jenis daging, susu, kopi, teh, hingga bahan pangan seperti cabai, bawang putih, lada, kedelai.Selain itu, ada juga jagung, gandum, tepung gandum, minyak goreng, mentega, kentang, kelapa, kelapa sawit, hingga berbagai jenis rempah-rempah juga diimpor oleh Indonesia, seperti cengkeh, kakao, tembakau, dan ubi kayu.