Skip to main content
x
Ilustrasi

Prancis Minta Australia Beri Kompensasi atas Pembatalan Kontrak Kapal Selam

KONFRONTASI-Pemerintah Prancis telah meminta kompensasi kepada pemerintah Australia usai pembatalan kontrak kapal selam oleh Canberra yang baru membentuk aliansi dengan Inggris dan Amerika Serikat (AUKUS).

"Jelas akan ada kebutuhan untuk kompensasi," ujar jurubicara pemerintah Prancis Gabriel Attal, seperti dimuat The Independent, Senin (20/9).

Meski begitu, Attal tidak menyebutkan berapa kompensasi yang harus dibayar pemerintah Australia untuk pembatalan kontrak 72,8 miliar pound tersebut. Tetapi media memperkirakan kompensasi mencapai sekitar 250 juta euro atau setara dengan Rp 4,1 triliun.

"Kita perlu bertukar dengan mitra kita untuk melihat bagaimana mereka berniat untuk meninggalkan kontrak ini karena ada klausa yang telah ditandatangani, ada seluruh prosedur yang telah diramalkan," tambahnya.

Pakta pertahanan AUKUS memberikan dukungan kepada Australia untuk mendapatkan kapal selam bertenaga nuklir. Dengan adanya AUKUS, Australia membatalkan kesepakatan pembelian kapal selam dari Prancis.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian menyebut kesepakatan itu telah menusuk Paris dari belakang.

"Jangan memperlakukan satu sama lain dengan kebrutalan seperti itu, ketidakpastian seperti itu, mitra utama seperti Prancis jadi benar-benar ada krisis," kata Le Drian.

Ketegangan dengan Paris membuat Prancis menarik dutabesarnya dari AS dan Australia. (mr/rm)