Skip to main content
x

Legislator Minta, Polisi Segera Periksa Oknum – Oknum Yang Menggiring Natalius Pigai Melakukan Rasis

KONFRONTASI -   Anggota Komisi I DPR Papua yang membidangi, Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Laurenzus Kadepa meminta aparat kepolisian untuk segera memeriksa oknum – oknum yang menggiring opini seolah-olah Natalius Pigai melakukan tindakan rasis.

“Saya Laurenzus Kadepa, Anggota DPR Papua mewakili Rakyat Papua meminta agar pihak Kepolisian segera memeriksa oknum – oknum yang menggiring Natalius Pigai untuk melakukan tindakan rasis, padahal pak Natalius Pigai tidak melakukan ujaran rasis di Twitter milik pribadinya,” tegas dalam pesan singkatnya kepad Pasific Pos, Senin (4/09), malam.

“Juga perlu diketahui oleh publik bahwa di Twitternya pak Natalius Pigai itu, beliau katakan Orang Jawa Tengah Jokowi, Ganjar. Mana Rasis? Rasis itu suku. Jawa Tengah itu nama provinsi, wilayah administratif, bukan suku,” timpalnya.

Menurut legislator Papua itu, yang tinggal di Provinsi Jawa Tengah itu hampir semua suku termasuk Papua, Bali, Sumatera dan lainnya, sehingga tidak bisa dikatakan suku.

Politisi Partai NasDem ini pun menjelaskan, antara Frasa Jawa Tengah dan Jokowi itu tidak ada tanda koma (,). Artinya langsung kepada individu orang bernama Jokowi dan Ganjar. Karena disitu tidak sebut suku, maka tidak masuk kategori Rasis, sehingga mereka yang melaporkan Natalius Pigai tidak memiliki legal standing.

Untuk itu, ia menegaskan jika memang Jokowi dan Ganjar merasa ada tuduhan, maka mereka sendiri yang melaporkan Natalius Pigai di polisi, tinggal buktikan tuduhan kepada Jokowi sebagai Presiden dan Ganjar sebagai Mantan Pimpinan Komisi II DPR RI.

“Ingat pak Natalius Pigai itu, seorang tokoh yang dicintai, tidak hanya oleh orang Papua saja. Tetapi beliau juga adalah penyambung lidah bagi kaum lemah dan tertindas. Siapa saja. Jadi, persoalan kritik dan saran dari Pak Natalius Pigai kepada pemerintahan Presiden Jokowi selama ini baik agar pemerintah dapat mengambil keputusan/kebijakan yang tepat untuk Papua,” tegas Laurenzus (Redaksi2/PACIFICPOS.COM)