Skip to main content
x

Jaga Pasokan Logistik Hadapi Corona, Pemerintah Permudah Izin Impor 500 Perusahaan

KONFRONTASI-Virus corona atau Covid-19 telah masuk ke Indonesia, setelah dua warga Kota Depok dinyatakan positif terinfeksi. Masyarakat pun mulai menunjukan kekhawatirannya, dengan berbelanja secara banyak (panic buying) disejumlah pusat perbelanjaan. Namun, pemerintah juga memastikan kebutuhan pokok di Indonesia tercukupi hingga virus yang berasal dari Wuhan, China ini hilang. 

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menjadi salah satu institusi pemerintahan yang mengusahakan hal tersebut. Di mana, kementerian yang dipimpin Airlangga Hartarto ini akan memenuhi kebutuhan pokok melalui impor bahan baku.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono mengatakan, pihaknya akan memberikan akses impor kepada importir tertentu, guna memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Sebab, kata Susiwijono, perekonomian dunia tengah lesu akibat virus corona. Sehingga, disrupsi proses produksi dan distribusi barang di Indonesia berpotensi terganggu. "Pemerintah pun menyederhanakan berbagai ketentuan larangan pembatasan (lartas) atau tata niaga ekspor seperti SVLK, health certificate, surat keterangan asal dan lain-lain," ujar Susiwijono dalam jumpa pers di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/3).

Sementara itu, kemudahan atau intensif yang akan diberlakukan ini hanya diberikan kepada ratusan importir yang memenuhi kriteria khusus, sesuai yang diatur oleh Kemendag.   "Pengurangan terhadap lartas impor dan percepatan proses impor, terutama yang diimpor oleh 500 importir terpercaya (reputable importer)," kata Agus Suparmanto. Melalui kebijakan ini, Agus Suparmanto berharap pasokan logistik bagi masyarakat Indonesia dapat terpenuhi.

Hal ini diyakininya mampu membuat stabilita di dalam negeri terjaga. Termasuk meminimalisir kepanikan si tengah masyarakat. "Dengan mendorong efisiensi proses logistik, mempermudah pelaksanaan ekspor dan memperlancar pemasukan impor bahan baku, akan membantu industri mendapat jaminan pasokan bahan baku dan tetap menjaga serta meningkatkan ekspornya,” tambah Susiwijono.(mr/rm)

NID
176637