Skip to main content
x

Indonesia Sangat Butuhkan Peace Maker/Solidarity Maker untuk Mengatasi Masalah Bangsa: Pandemi & Krisis Sosial-Ekonomi

KONFRONTASI- Indonesia membutuhkan peace maker/solidarity maker untuk mengatasi pandemi corona, perpecahan/keterbelahan bangsa dan krisis sosial-ekonomi yang tak ditangani dengan baik oleh pemerintah yang tidak kompak. Indonesia tak butuh lagi king makers yang didalamnya ada oligarkisme, sebab krisis sosial-ekonomi sudah sangat dalam dan lebih memerlukan peace maker/solidarity maker yang melibatkan para intelektual/tokoh agama, masyarakat, negarawan dan kebangsaan agar bangsa ini selamat dan melangkah maju ke depan.

Demikian pandangan tokoh Persatuan Alumni GMNI Nehemia Lawalata dan aktivis senior  Alumni HMI/peneliti senior  INDEMO  Herdi Sahrasad yang juga  salah satu pendiri Gerakan Kebangsaan dan  pengajar Universitas Paramadina.

''Kesengsaraan rakyat sangat luar biasa, sedangkan pemerintah tak efektif mengatasi pandemi dan keterpurukan ekonomi. ''Demokrasi dibajak oligarki/pemodal dan rakyat jadi yatim piatu di negeri sendiri. Dana negara sekitar Rp1000 trilyun  sudah dipakai untuk mengatasi pandemi covid,tapi hasilnya nyaris nol. Mari renungkan bersama, bagaimana solusi utama untuk mengatasi masalah bangsa ini,'' kata Nehem dan Herdi secara  terpisah.

Kedua analis itu menuturkan, sesungguhnya Indonesia membutuhkan peace maker/solidarity maker untuk mengatasi pandemi corona, perpecahan/keterbelahan bangsa dan krisis ekonomi yang tak ditangani dengan baik oleh pemerintah Jokowi.

'' Sekali lagi, pemeriontah  tak berhasill karena tidak kompak  dan Indonesia tak butuh lagi king makers yang didalamnya ada oligarkisme, sebab krisis sosial-ekonomi sudah sangat dalam dan lebih memerlukan peace maker/solidarity maker yang melibatkan para tokoh agama, masyarakat, negarawan dan kebangsaan untuk mengatasi keterpurukan ekonomi-politik dan sosial agar bangsa ini selamat dan melangkah maju ke depan,'' ungkap Herdi Sahrasad maupun Nehemia Lawalata

Indonesia dikhawatirkan menjadi negara terakhir yang lolos dari jebakan pandemi  corona vi\rus dan terseok-seok  serta rapuh akibat krisis multi dimensi dalam beberapa tahun terakhir ini.

(ff)