Skip to main content
x

HMI Pastikan Siap Demo Kepung Istana dan DPR, Abdul Muis: Siapa Lagi yang Akan Mengingatkan Kekuasaan

KONFRONTASI   -   Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pimpinan Penjabat (Pj) Ketua Umum Abdul Muis Amiruddin memastikan demonstrasi mengepung Istana dan DPR untuk mengingatkan pemerintah soal penanganan COVID-19 yang gagal akan dilaksanakan besok Jumat 6 Agustus 2021.

“Semua sepakat bahwa penanganan COVID-19 ini harus diakui oleh semua orang, oleh semua orang yang mengurus negara ini bahwa penanganan COVID ini kurang baik penanganannya,” kata Abdul Mui Amiruddin dalam diskusi virtual di Channel YouTube Refly Harun, Kamis 5 Agustus 2021.
 
Menurut Abdul Muis publik tahu semua bahwa hingga hari ini penanganan COVID-19 yang dilakukan pemerintahan Presiden Jokowi tidak bisa dikendalikan.

“COVID-19 kan sampai hari ini tidak bisa dikendalikan, oleh karena itu mengambil keputusan untuk turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi bagi kami adalah sesuatu yang harus kami lakukan,” ungkap Abdul Muis.

“Karena kalau ini tidak kami lakukan maka sekali lagi saya sampaikan siapa lagi yang akan mengingatkan kekuasaan dalam hal ini.” 

Menurutnya, negara saat ini sedang dalam dilema sekali mestinya sejak awal dilakukan pengorbanan besar sekali di awal.

“Bukan malah justru sebaliknya, karena itu tidak dilakukan seolah ada keraguan didalamnya akhirnya kerugian kita malah semakin meningkat,” ungkap Abdul Muis.

Mulai dari sejak awal adanya kebijakan penanganan COVID-19, seperti PSBB, new normal, sampai PPKM ini penanganannya, kata Abdul Muis, kurang bagus.

“Ditambah lagi eksekusi di lapangan juga kurang baik. Terakhir di sesi ini saya hanya ingin menyampaikan bahwa kiranya pemerintah lebih serius dalam menangani COVID-19 ini,” ungkap Abdul Muis.

 
Upaya pemerintah yang selalu mengatakan dalam penanganan COVID-19 ini kesehatan dan ekonomi harus beriringan, kata Abdul Muis, PB HMI berpikir bahwa mengutamakan kesehatan adalah yang paling utama saat ini harus dilakukan.

“Oleh karena itu penanganan kesehatan ini harus lebih dimaksimalkan penanganannya agar COVID-19 ini tidak semakin meningkat,” tegas Abdul Muis.

PB HMI minta maaf sebelumnya soal aksi demonstrasi sebagai suatu keharusan yang mungkin agak kontradiksi dengan pemerintah soal kesehatan dalam menangani COVID-19.


“Sedangkan disisi lain kami turun ke jalan karena menurut kami, kalau hanya menyampaikannya hanya seperti ini, maka kami kurang didengarkan,” kata Abdul Muis.
 
Bahkan, kata Abdul Muis, anggapan pemerintah terkait apapun disampaikan PB HMI nantinya hanya dijadikan angin lalu.(Redaksi2/REPELITA)