Skip to main content
x
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO, Affandi Ismail

HMI MPO Nilai Besarnya Anggaran Penanganan Covid Belum Seimbang dengan Hasil yang Didapat

KONFRONTASI-Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO, Affandi Ismail, mengatakan bahwa lonjakan Covid-19 di Indonesia terjadi karena pendistribusian kebijakan dari pusat tersendat sehingga pemerintah daerah kebingungan.

"Kita lihat bahwa di dalam kepemimpinan Jokowi, terutama dalam penanggulangan Covid-19, tidak ada kebijakan yang mampu terdistribusikan dengan baik sampai ke pemda. Ada kebingungan pemerintah pusat dalam menerapkan suatu kebijakan," ujar Affandi dalam diskusi bertajuk Jokowi, Antara Tiga Periode atau Mundur! pada Rabu (14/7).

Ia berkata, lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi saat ini sangat mencengangkan dunia. Pasalnya, penambahan kasus Covid-19 harian di Indonesia menjadi yang terbanyak di dunia saat ini.

Berangkat dari sana, Affandi mempertanyakan parameter yang bisa menyebut Jokowi telah berhasil menangani pandemi Covid-19 di Indonesia.

Ia pun mempertanyakan penggunaan anggaran sebesar Rp700 triliun yang telah dikucurkan untuk penanganan pandemi Covid-19.

"Padahal anggaran tidak sedikit. Setahu saya kurang lebih Rp700 triliun. Apakah anggaran itu sudah mampu dimanfaatkan sebaik mungkin? Kalau sudah dimanfaatkan sebaik mungkin, kenapa justru penambahan kasus semakin banyak dan mengancam?" tanya Affandi.

Ia kemudian berkata, "Ini realitas sangat mencengangkan."

Affandi menambahkan, fenomena kemunculan dokter Lois Owien saat ini merupakan gambaran kebingungan masyarakat terhadap serangkaian kebijakan yang diterapkan pemerintah.

"Bukan berarti rakyat tidak percaya pada Covid-19," ujar dia.

Kasus Covid-19 di Indonesia memang terus melonjak dan kembali memecahkan rekor dengan tambahan 54.517 pada Rabu (14/7). Kini, total kumulatif orang terpapar virus corona di Indonesia mencapai 2.670.046.

Kasus sembuh bertambah 17.762 orang sehingga total mencapai 2.157.363. Namun, kematian juga bertambah 991 sehingga kumulatif menembus 69.210 orang.

Jumlah kasus aktif mencapai 35.764 sehingga total 443.473 kasus. Sementara itu, angka suspek 192.716 dan pemeriksaan spesimen mencapai 240.724.

Satgas Penanganan Covid-19 menyebut virus corona varian Delta yang lebih mudah menular menjadi penyebab lonjakan kasus di Indonesia.[mr/cnn]