Skip to main content
x

Gus Aam Wahib Wahab Ingatkan Pemerintah Memiliki Tanggung Jawab untuk Memenuhi Kebutuhan Masyarakat dan Kesejahteraan Masyarakat. 

KONFRONTASI- Sekjen Komite Khittoh Nahdlatul Ulama (KKNU) 1926, KH Agus Solachul Aam Wahib Wahab, mengatakan, politik bagi warga Nahdliyin itu ibarat air dan teh. Keduanya sangat mustahil untuk dipisahkan. Dab pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

“Pengurus NU, orang-orang NU, Anak anak muda NU harus mengerti dan menyadari bahwa NU memiliki tanggung jawab sangat bermakna dan sangat mulia. Tujuan politik warga NU dalam bernegara, yang kini sering hilang dan dilupakan, adalah tanggung jawab NU untuk pemenuhan kemaslahatan bangsa pemenuhan kesejahteraan dan kebutuhan rakyat. Jaminan keamanan dan kedamain rakyat, secara fisik, bathin, individual vidual dan kolektif,” kata dia dalam keterangan resmi, Rabu (21/7).

Gus Aam Wahib Wahab, sapaannya, menjelaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga bertugas untuk menjamin keamanan dan kedamaian rakyat serta membentengi gangguan rakyat dan bangsa, dalam wadah NKRI dari dalam maupun luar.

“Inilah ide negara yang diperjuangkan para pendiri NU melalui ‘Resolusi Jihad 1945’ yakni negara sebagai sarana untuk melengkapi dan mewujudkan kemaslahatan umat manusia,” ujarnya.

Di kalangan Kyai, kata Gus Aam Wahib Wahab, dikenal dengan istilah Tasharruful Iman ala rraiyyah manu thun bil Maslahah (Kebijakan Seorang Penguasa kepada Rakyat-nya ditujukan untuk memenuhi kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat).

Ada 3 tujuan penting dari srategi ber-negara yang menjiwai hakekat Pemerintah yang dibela dan dipejuangkan oleh orang-orang NU.

Pertama, siapapun yang berkuasa harus senantiasa melindungi sumber kehidupan yang paling asasi.

Kedua, menjaga negeri yang tercinta ini dari berbagai macam gangguan dari dalam maupun luar.

Ketiga, kewajiban memelihara dan melindungi tradisi beragama - kebudayaan bangsa kita.

“Inilah yang dimaksud dengan NU berpolitik pada level kebangsaan  ‘Politik Tingkat Tinggi’,” pungkas Gus Aam Wahib Wahab.