Skip to main content
x

Golkar Minta Wacana Jabatan Presiden Tiga Periode Disetop

KONFRONTASI - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia meminta wacana jabatan presiden tiga periode disetop. Doli mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) maupun MPR juga telah menolak jabatan presiden diubah menjadi tiga periode.
"Pak Jokowi sendiri enggak mau, MPR juga enggak pernah bicarakan itu, kemudian kita semua lagi butuh tenaga, energi untuk bisa menyelesaikan pandemi, kita tutup saja soal wacana-wacana tiga periode ini," kata Doli dalam sebuah diskusi, Sabtu (20/3).


Doli menyebut hampir semua elite politik juga menyatakan tak setuju dengan perubahan masa jabatan presiden dari maksimal dua menjadi tiga tahun. Menurutnya, semua pihak saat ini masih fokus menangani pandemi Covid-19.

"Soal amendemen ini energinya cukup besar yang saya kira nanti akan mengganggu atau membuat kontraksi politik yang cukup besar kalau kita memaksakan melakukan itu," ujarnya.

Wacana presiden 3 periode digaungkan kembali oleh Mantan Ketua MPR Amin Rais Lewat akun instagram pribadinya pada Sabtu (13/3), Amien mengaku curiga ada upaya sejumlah pihak untuk menerbitkan pasal dalam aturan hukum agar Jokowi bisa menjabat hingga tiga periode kepresidenan.

Wacana tiga periode ini juga sempat mengemuka pada akhir 2019 lalu. Ide itu disebut berasal dari Fraksi Partai NasDem di DPR.


Presiden Jokowi telah bersikap atas munculnya isu jabatan presiden tiga periode. Ia menyatakan tak ada niat untuk menjabat presiden selama tiga periode. Dia menegaskan tetap mematuhi Undang-undang Dasar 1945 yang mengatur masa jabatan presiden selama dua periode.

"Saya tegaskan, saya tidak ada niat. Tidak berminat juga menjadi presiden tiga periode. Konstitusi mengamanatkan dua periode. Itu yang harus kita jaga bersama-sama," kata Jokowi melalui keterangan, Senin (15/3).(Redaksi2/CNN)