Skip to main content
x

Golkar Kendalikan Proyek Besar Pemerintahan, Pengamat: Jokowi Berada di Zona Nyaman?

KONFRONTASI-  Hubungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan PDIP disebut dalam kondisi yang kurang harmonis.

Kendati sekalipun PDIP tidak lain adalah parpol pengusung utama Jokowi selama dua periode ini.

Hal itu ditandai dengan kader PDIP yang beramai-ramai ‘menyerang’ Pemerintahan Jokowi.

Anak buah Megawati Soekarnoputri itu pun terang-terangan menunjukn hidung Jokowi.

Baca juga: Maksimalkan Potensi Daerah dan Percepat Penyerapan Anggaran Penanganan Covid-19

Baca juga: Dinilai Gagal Tangani COVID-19, Pengamat: Jokowi Berpotensi Diberhentikan

Utamanya terkait penanganan pandemi Covid-19 seperti yang disuarakan Pauan Maharani, Effendi Simbolon, sampai Masinton Pasaribu.

Di sisi lain, di periode kepemimpinannya, Jokowi dinilai lebih nyawan dengan Partai Golkar ketimbang PDIP.

Baca juga: Elit Politik Mulai Tebar Baliho, Fadli Zon Ingatkan Rakyat: Jangan Tertipu Lagi

Itu setidaknya dengan diberikannya posisi strategis kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Demikian ulasan yang disampaikan Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie dikutip dari RMOL (jaringan PojokSatu.id), Jumat (6/8/2021).

“Sampai kini, Golkar mengendalikan sejumlah proyek besar, misalkan Kartu Prakerja, sampai Airlangga diangkat jadi Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional,” tuturnya.

Dalam program ini, pemerintah juga menggelontor anggaran yang tidak main-main besarnya.Presiden Jokowi dan Airlangga Hartarto

Untuk penyelenggaraan pelatihan Kartu Prakerja saja, ditetapkan sebesar Rp5,6 triliun.

Bagi pendaftar Kartu Prakerja yang dinyatakan lolos seleksi, pemerintah memberikan dana sebesar Rp3.550.000.

“Yang dialokasikan untuk membayar b

iaya pelatihan (kursus online) dan insentif bagi pesertanya,” paparnya.

Di sisi lain, jabatan sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, kata Jerry, merupakan jabatan prestisius.

Ditambah, Airlangga Hartarto juga merupakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Dari semua itu, menurut Jerry, secara tidak sadar Jokowi lebih dekat dengan Golkar keimbang PDI Perjuangan.

Atas dasar itu, Jerry menggambarkan Airlangga Hartarto bak sebuah pepatah, air tenang tapi menghanyutkan.

“Saya lihat ada indikasi Jokowi merapat ke Golkar, seperti berada dalam comfortable zone (zona nyaman),” ungkapnya.

“Siapa tahu dirinya dan Airlangga punya deal-deal politik untuk mengamankan keluarga Jokowi seperti Gibran Rakabuming dan anak mantunya Bobby Nasution,” tandas Jerry. (rmol/pojoksatu/fajar)