Skip to main content
x

Empat Inisial Nama Mirip Mantan Petinggi Pertamina 'Nongol' di Bocoran Dokumen Limit Kredit Fantastis Senilai Rp 27 Miliar

KONFRONTASI - Potongan kata diduga nama-nama mantan petinggi Pertamina mencuat pada bocoran potongan dokumen pagu kredit biro direksi Pertamina bernilai Rp 27 miliar. 

Pada potongan dokumen tersebut yang diterima redaksi urbannews.id, terlihat pada bagian bawah tertulis 16 digit nomor diikuti kata-kata diduga nama mantan petinggi Pertamina. 

Ada empat kata tertulis pada masing-masing baris setelah 16 digit angka. Keempatnya yakni kata CHRIS, EIMAN, EVITA, dan FERED. Nama-nama ini sangat mirip dengan nama sejumlah mantan petinggi Pertamina.

Masih belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Pertamina mengenai bocoran dokumen ini. Humas Pertamina Fajriyah Usman tak memberikan keterangan apa pun ketika dikonfirmasi urbannews.id.

Sementara itu, Direktur Eksekutif CERI Yusri Usman menanggapi munculnya inisial nama pada potongan dokumen bocoran diduga limit kredit petinggi Pertamina, menduga mantan direksi Pertamina masih menikmati fasilitas kredit itu.

"Saya menduga mantan direksi  itu masih menikmati fasilitas tersebut, itu perlu dipersoalkan dan dipertanyakan. Jika pun mantan direksi itu diangkat sebagai staf ahli, tetap tidak layak mendapat fasilitas kartu kredit. Karena staf ahli tugasnya kan hanya memberikan masukan didalam, dan tidak ada berhubungan dengan pihak stake holder di luar yang membutuhkan fasilitas kartu kredit," ungkap Yusri.

Meski demikian, ia tetap meminta Pertamina membuka secara terang benderang ke publik mengenai bocoran dokumen limit kartu kredit yang sudah terlanjur menjadi konsumsi publik ini. "Jangan sampai menjadi isu liar, tak baik bagi proses GCG Pertamina, akan diklaim receh pun disikat,  ungkap Yusri.

Oleh sebab itu, lanjut Yusri, BPK atau BPKP harus mengaudit penggunaan semua kartu kredit Direksi dan Komisaris serta mantan Direksi Pertamina.

"Biar sekalian bisa membuktikan omongan Tanri Abeng dan Arie Soemarno bisa dipercaya atau tidak, yakni terkait testimoni kartu kredit Pertamina yang mereka nikmati," tutup Yusri.

Sementara itu, dikutip dari cnnindonesia.com, Ahok yang dimintai tanggapannya atas bocornya dokumen kartu kredit dengan limit Rp 420 miliar itu mengatakan hingga saat ini dirinya belum pernah mendapatkan dokumen tersebut secara langsung dari direksi.

"Belum dapat dari direksi. Tidak pernah kami dikasih tahu soal group limit ini," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (29/6).

Kendati demikian, ia memastikan pagu Rp420 miliar tersebut diperuntukkan untuk para petinggi Pertamina di luar anak dan cucu perseroan.

"Itu termasuk manager dan lain-lain dari perseroan, di luar anak dan cucu perusahaan," jelasnya.

Ia juga menyampaikan limit tersebut tidak termasuk limit kartu kredit yang selama ini diberikan kepada dewan direksi dan dewan komisaris.

"Itu di luar limit dewan komisaris dan limit direksi. Perlu diminta (penjelasan). Direksi (limitnya) Rp27 miliar. Direksi persero saja," tandasnya.(hen/cnn/ian)