Skip to main content
x

Ekonomi Ambruk, NKRI bisa Hancur. Analis: Berpihak kepada Rakyat, Itulah Gagasan dan Komitmen Rizal Ramli dan Gus Dur

KONFRONTASI-  Para analis mengungkapkan, di tengah kacaunya DPR-RI dan elite parpol  yang ngotot presidential threshold (ambang batas) 20 persen terkait pilpres, ekonomi RI sudah hancur, daya beli rakyat lumpuh dan kemiskinan meluas diterjang pandemi corona. Maka  harusnya DPR-RI dan elite parpol hapuskan ambang batas itu jadi Nol persen agar banyak capres alternatif muncul. Toh kekuasaan Jokowi dan oligarkinya hanya membuat NKRI ambruk dan  kepercayaan rakyat  runtuh karena ekonomi hancur lebur. ''Di era oligarki Jokowi, ekonomi rakyat ambruk dan krisis kepercayaan sudah meluas, utang  ribuan trilyun oleh sektor negara dan swasta, itu bom waktu untuk krisis,'' kata analis F Reinhard MA.

Para analis mengingatkankan pentingnya berpihak dan berkomitmen pada rakyat banyak, dan itulah gagasan maupun komitmen Rizal Ramli  dan Gus Dur yang total perduli memberdayakan ekonomi rakyat dan martabat bangsa kita.  Guru besar ekonomi Universitas Indonesia Profesor Sri Edi Swasono mengakui bahwa  konsep ekonomi Gus Dur lebih mengedepankan  keberpihakkan kepada rakyat banyak. Ekonomi konstitusi sangat dipegang teguh untuk rakyat banyak.

Padahal, kata ekonom senior Rizal Ramli, Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli menyebut, Indonesia kini bisa mendapatkan dukungan finansial sebesar 10 miliar dollar hari ini. Bagaimana caranya ?.

"Kalau pemerintah inovatif, bisa dapatkan 10 miliar dollar hari ini. Itu bisa kami lakukan di era kepemimpinan Gus Dur. Utang dibayar hutan," ungkap Rizal Ramli usai menghadiri Halaqoh Ekonomi dengan tema 'Membedah Konsep Ekonomi Gus Dur' di Hotel Atria Jalan Letjen Sutoyo, Kota Malang, Kamis (31/1/2019).



Rizal mengaku pernah melakukan hal itu ketika dunia berteriak akan dampak perubahan iklim. Kala itu, Rizal menawarkan kepada Jerman untuk membayar utang Indonesia dan menggantinya dengan konservasi hutan di Indonesia.

"Waktu itu negara barat, salah satunya Jerman ramai terus, kamu punya hutan dipotong terus, kita perlu oksigen. Saya kemudian ngomong, ya kamu (Jerman) bantu bayar utang Indonesia, diganti dengan konservasi, mereka mau," beber Rizal Ramli.

Langkah ini, kata dia, bisa dijalankan atau mendatang ketika Indonesia telah memilih pemimpin baru. Karena dampak dari global warming (pemanasan global) sangat dikeluhkan oleh negara-negara barat.

"Menurut saya, sekarang adalah waktu yang tepat untuk melakukannya, bisa dengan mengolah hutan-hutan yang rusak di wilayah Kalimantan untuk dilakukan konservasi dengan menawarkannya kepada negara-negara yang memiliki kepedulian dengan lingkungan," tegasnya.