Skip to main content
x

Dr. Syahganda Nainggolan, Aktivis yang di kenal tak takut itu, ternyata berguru dengan "Hariman Siregar"

KONFRONTASI  -    Hariman Siregar, Guru Politik dan Demokrasi saya: 

Suara Hariman bagi kami penting. Mahasiswa-mahasiswa tahun 1980-an perlu mencari tali sambung kepada gerakan sebelumnya sebelum benar-benar melakukan perlawanan terhadap kekuasaan. Kami mau membangun kesan bahwa kelompok-kelompok yang muncul pada kurun 1980-an ini ialah suatu gerak simultan dari sebelumnya. Ada suatu jejaring, yang dengan demikian membuat penguasa berhitung bila ingin memukul. Apalagi, ini suatu kemunculan baru di puncak kedigdayaan Orde Baru. Selain dengan Hariman, kami mulai membangun kontak dengan W.S. Rendra dan Arief Budiman. Kami pun sering datang ke kantor LBH lalu mengenal Mulyana W. Kusumah, Hendardi, dan H.J.C. Princen.
 
Adi Sasono, Guru saya dalam Gerakan Keadilan Islam. Pada tahun 1992, ketika saya direkrut Adi Sasono, tokoh LSM (lembaga swadaya masyarakat) bekerja untuknya, dia menanyakan tentang moral politik pada saya.

Sambil menyupiri mobil mercy tua dari Bandung ke Jakarta, Adi yang adalah cucu Muhammad Roem, tokoh perundingan Roem-Roijen untuk pengakuan kemerdekaan Indonesia di The Hague, meminta jawaban saya.

Pada saat Adi Sasono menjadi menteri koperasi di masa pemerintahan Habibie, saya meminta izin padanya untuk mendapatkan rumah di Kompleks Koperasi di sekitar Cibubur.

Hal itu saya lakukan karena seorang staf ahli menteri mengatakan bahwa asal ada izin menteri, maka saya akan mendapatkan satu rumah gratis. Dan tentu saya ingin memiliki rumah, karena saat itu masih ngontrak.

Adi Sasono bukannya menyetujui, malah dia membentak saya. Menurutnya pekerjaan politik saya adalah menggalang rakyat dan khususnya ke Aceh yang bergolak. Bukan mencari materi dalam perjuangan.

Alhasil selama Adi Sasono menteri koperasi, saya tidak membawa sama sekali penghasilan yang bisa ditabung dan rumah masih mengontrak.

Lihat  videonya di sini:  https://www.youtube.com/watch?v=2r1sXKG09Yg 

(Redaksi2/Republika, RMOL dan Bursah Interaktif)