Skip to main content
x

Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta Bentuk 25 Tim Awasi PSBB Total Perkantoran

Konfrontasi - Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta memastikan siap mengawasi ketat pelaksanaan protokol kesehatan di perkantoran ibu kota. Sebanyak 25 tim dibentuk Pemprov Jakarta untuk mengawasi perkantoran.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan masing-masing tim terdiri dari lima orang. Satu tim diberi kewajiban mengawasi tiga perusahaan setiap harinya.

Andri mengatakan tim akan mengawasi berdasarkan data permohonan izin yang diajukan perusahaan untuk jumlah karyawan. Menurutnya data itu sudah tersimpan di database Disnaker maupun Kementerian Tenaga Kerja dan sudah dirintis sejak 2018.

"Dari situ akan terukur berapa jumlah karyawan yang boleh bekerja dari kantor, sesuai dengan proporsi 25 persen atau 50 persen dari total jumlah karyawan. Tinggal kita cocokkan saja di lapangan," ucapnya di Balai Kota Jakarta, Senin (14/9/2020).

Andri juga mengatakan pengawasan ketat perlu dilakukan mengingat semua sektor boleh beroperasi. Pembatasan akan berlaku berbeda antara 11 sektor yang diprioritaskan dan yang tidak.

"Untuk yang di luar 11 sektor harus 25 persen. Buat yang di 11 sektor boleh 50 persen jumlah karyawannya," kata Andri.

Di sisi lain, Andri menjelaskan ada tiga objek yang akan diawasi ketat dari perkantoran selama PSBB ini. Pertama protokol kesehatan, kedua jumlah karyawan, dan ketiga penemuan kasus positif covid-19.

"Ini tiga objek yang kita awasi. Kami tidak hanya berpatokan dari pengawasan yang dilakukan tetapi juga dari laporan masyarakat baik itu masyarakat di luar perusahaan maupun dari karyawan. Kita sangat berterima kasih jika ada masyarakat yang mau melaporkan," ujarnya. (inw/mg)

NID
185513