Skip to main content
x

Dikhawatirkan, RI era Jokowi kesulitan bayar utang dan bunganya dengan minta tolong BI  Beli SUN, Burden Sharing, kata Mantan Menkeu Ini

KONFRONTASI- Mantan Menkeu Fuad Bawazier PhD menuturkan bahwa selama ini  Menkeu Sri Mulyani selalu bilang jika utang dilakukan secara prudent. Benarkah?

''Selama ini kan Sri Mulyani selalu bilang jika utang dilakukan secara prudent, batas aman (maksudnya tdk melampaui batas yg di atur dlm UU Keuangan Negara yaitu maksimal 60% dari PDB), terkendali, digunakan secara produktif dst,'' ujar Fuad, Dewan Pembina Gerindra

''. Nyatanya ? Kini mulai kesulitan bayar utang dan bunganya dg minta tolong BI  untuk membeli SUN tanpa bunga, dan minta BI bayar bunga utang. Istilah yg dipakai burden sharing.'' kata Fuad.

Menurutnya, Menkeu Sri Mulyani terus ngutang dan nambah utang di tengah kesenjangan kaya-miskin yang makin tajam dan hanya muter-muter dengan bikin SUN (Surat Utang Negara), terus ngutang  besar sekali sehingga beban utang kita sudah  sekitar 40 persen dari PDB, priduk domestik bruto.

Mantan Menkeu Fuad Bawazier PhD  dalam dialog dengan Gigin Praginanto di Radio Bravost mengutarakan bahwa  Menkeu Sri tak ada terobosan kecuali terus nambah utang, dan menurutnya, utang itu jadi persoalan genting dewasa ini.  Fuad Bawazier menegaskan, pemerintah perlu memperhatikan peringatan BPK beberapa waktu lalu terkait bahayanya gagal membayar utang karena beberapa hal.

''Pertumbuhan utang negara meroket. Sudah agak lama pemerintah gali lubang yang semakin dalam untuk tutup lubang lama. Sepertinya Menteri Keuangan tidak punya ide selain bikin utang,” ujar Fuad