Skip to main content
x

Dampak Gempa 5,9 Magnitudo di Blitar: Nenek Baru Operasi Patah Kaki Lari Keluar Rumah, Gedung Kampus Retak

Konfrontasi - Gempa bumi bermagnitudo 5,9 (setelah dimutakhirkan dari 6,2 sebelumnya) yang terjadi di 57 kilometer tenggara Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Jumat (21/5/2021) pukul 19.9 WIB, juga turut dirasakan warga Kediri, Jawa Timur.

Bahkan, goncangan tersebut cukup terasa hingga menyebabkan banyak warga menyelamatkan diri keluar rumah.

Ahmad Manbaudin, seorang warga Kabupaten Kediri, mengatakan, dirinya langsung mengajak anggota keluarganya keluar rumah menyusul goncangan yang terjadi.

"Saat itu semuanya kebetulan pas berada di kamar saya. Terasa gempa, langsung lari menyelamatkan diri," ujar warga Dusun Joho, Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri ini.

Yuni Andriati, seorang warga Kota Kediri, juga langsung keluar rumah. Bahkan, nenek tiga cucu ini tak menghiraukan rasa sakit usai operasi patah kaki di kakinya demi lari ke luar rumah.

"Kaki ya sakit, tapi gimana lagi harus cepat menyelamatkan diri," ujar dia usai gempa terjadi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Slamet Turmudi mengatakan, sementara ini belum ada laporan kerusakan yang terjadi di wilayah Kabupaten Kediri.

Namun, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dan penggalian informasi dengan jajarannya.

"Sementara belum ada dampak. Tapi, kami masih terus gali info dengan teman-teman komunitas," ujar Slamet.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan BBPBD Kota Kediri Wawan Wicaksono mengatakan, sejauh ini tidak ada dampak kerusakan yang signifikan akibat gempa tersebut.

Laporan kerusakan yang masuk, kata dia, berupa retaknya dinding gedung bangunan kampus Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bakti Wiyata.

"Kerusakan ringan di lantai 3 dan terjadi retakan baru di lantai 4," ujar Wawan.

Adapun gempa bumi tektonik tersebut, BMKG memutakhirkannya menjadi magnitudo 5,9.

Gempa itu berepisentrum pada koordinat 8,63 LS dan 112,34 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 57 km arah Tenggara Kabupaten Blitar, Jawa Timur pada kedalaman 110 km.

Jenis gempa bumi ini termasuk gempa bumi menengah akibat subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam lempeng Eurasia.

Hasil analisis BMKG menunjukan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme sesar naik kombinasi geser (oblique thrust fault). (kcm/mg)

NID
195396