Skip to main content
x

Covid Melonjak, WNA Tinggalkan Indonesia: Bahaya Bagi Pemerintahan Jokowi

KONFRONTASI -   Kasus Covid-19 di tanah air melonjak. Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan, per Kamis (15/7) hingga pukul 12.00 WIB, kasus positif COVID-19 tembus rekor baru dengan jumlah sebanyak 56.757.

Melihat situasi ini, sejumlah negara melakukan evakuasi warganya dari Indonesia. Negara yang sudah dan akan menjemput warganya yang berada di Indonesia, yakni Jepang, Taiwan, dan Arab Saudi.

"Jepang sudah mengevakuasi warganya dari Indonesia dan akan diikuti negara lain. Ini menunjukkan dunia internasional menilai Jokowi gagal atasi Covid-19," kata Pengamat Politik Muslim Arbi di Jakarta, Kamis (15/7/2021).

Menurutnya, negara-negara lain juga akan menarik investasi dari Indonesia karena dianggap tidak nyaman dari segi kesehatan.

Muslim mengatakan, media internasional juga menyebut angka kematian Covid-19 di Indonesia nomor satu menggeser India dan Brasil. "Media di Malaysia juga memberitakan adanya desakan mundur dari rakyat Indonesia terhadap Jokowi yang dianggap gagal mengatasi Covid-19," jelas Muslim.

Diketahui bahwa, Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato mengatakan, pemerintah Jepang akan berupaya memulangkan warganya dari Indonesia di tengah lonjakan infeksi virus corona. Pemerintah Jepang menyediakan penerbangan khusus untuk mendukung pemulangan warganya dari Indonesia.

"Untuk melindungi warga negara Jepang, kami telah memutuskan untuk mengambil langkah-langkah, sehingga orang Jepang yang ingin kembali dapat dilakukan segera mungkin, dan sebanyak mungkin," ujar Kato, dilansir Nikkei, Rabu (14/7/2021).

Kato mengatakan, beberapa warga Jepang di Indonesia akan pulang ke kampung halaman mereka pada Rabu dengan penerbangan khusus. Mereka akan terbang dengan maskapai Jepang yang didukung oleh pemerintah.

Bisa Lengser


 
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun blak-blakan mengungkapkan, bahwa Presiden bisa dilengserkan, diganti atau dimundurkan. "Presiden itu bisa dilengserkan, bisa diganti, bisa dimundurkan," jelas Refly Harun di Jakarta, Kamis (15/7/2021).

Namun, akademisi ini membeberkan, hal itu bisa dilakukan selama jalan yang digunakan bersifat konstitusional, dan tidak menggunakan kekuasaan bersenjata.

Menurutnya, ada tiga jalan konstitusional yang bisa dilakukan. "Pertama by election (pemilu), kedua by impeachment (pemakzulan), ketiga pengunduran diri," beber Refly.

Menurut Refly, Covid-19 adalah permasalahan nyata yang dialami oleh masyarakat Indonesia saat ini.

Bahkan, Refly menilai pemerintah gagal melindungi segenap bangsa dari kondisi yang terjadi karena pandemi covid-19 yang banyak memakan korban jiwa.

Ia pun mengakui bahwa negara belum hadir sepenuhnya. "Warga negara sedang berjuang sendiri untuk menyelamatkan nyawanya masing-masing," ungkapnya.

Tak hanya itu, Refly juga menyindir pemerintah untuk tidak malu mengibarkan bendera putih atau meminta bantuan dari negara lain.

"Jangan malu. Jangan kita mengutuk dan memarahi Anies Baswedan yang mau minta bantuan negara lain. Padahal, pimpinan nasional tidak mampu menangani Covid-19 ini," ujarnya.(juft/HARIANTERBIT)