5 April 2020

Sosok Gus Dur di Mata Rizal Ramli

KONFRONTASI-Peringatan haul K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ke-7 dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ciganjur, Jakarta, Jumat (23/12/2016) malam. Acara tersebut dihadiri ribuan orang yang sangat bersimpati pada Gus Dur termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Berbicara tentang Gus Dur, sosok Rizal Ramli adalah satu yang dekat dengan Presiden RI ke-4 tersebut semasa hidupnya. Perannya di kabinet era Presiden Gus Dur jadi penanda. Dalam pandangan Rizal Ramli, Gus Dur merupakan sosok yang luar biasa perhatiannya pada masyarakat-masyarakat minoritas.

“Gus Dur orang yang luar biasa, keberpihakannya sama rakyat kecil luar biasa. Perhatiannya untuk memperjuangkan kebenaran. Dan keberaniannya untuk memperjuangkan minoritas itu luar biasa. Beliau tokoh Pluralis. Saya sendiri menganggap Gus Dur adalah wali yang betul,” ucapnya dalam suatu kesempatan.

Cerita Minta Gelar

Suatu waktu, Rizal mengaku pernah mengobrol santai dengan Gus Dur. Waktu itu, cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) itu masih Presiden dan Rizal adalah menterinya. "Saya ingat waktu Gus Dur masih Presiden. Waktu itu saya minta sesuatu. Saya bilang, 'Gus, saya sudah all out bantu Anda, tapi sampai sekarang kok tidak pernah diberi hadiah?" kata Rizal saat bercerita di hadapan kiai se-Jawa Timur di Kantor NU Jawa Timur (Jatim), Surabaya, Jatim pada Kamis, 21 Juli 2016 lalu.

Gus Dur lalu bertanya hal yang diminta menterinya itu. Rizal menjawab bahwa ia menginginkan gelar 'Gus'. "Beliau menjawab, 'Waduh, kalau itu susah'.

Ternyata, mendapatkan gelar ‘Gus' tidak semudah mendapatkan gelar magister dan doktor," ujar Rizal.

Gelar 'Gus' baru diperoleh, kata Rizal, ketika Gus Dur sudah meninggal dunia yakni saat Rizal menghadiri acara Ikatan Alumni Pondok Pesantren Tebu Ireng di Jakarta.

"Saya akhirnya dipanggil Gus juga. Tapi, nama saya diubah jadi Gus Romli," ujarnya sembari tersenyum. Kalangan Nahdliyin memang mengakui kedekatan Rizal Ramli dengan Gus Dur.

Wali Kesepuluh

Rizal mengaku tidak ragu menyebut mantan Presiden RI keempat, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, sebagai wali kesepuluh setelah sembilan wali di Indonesia.

"Dia itu sosok pemimpin yang sederhana, beda dengan pemimpin lain," katanya

Rizal bercerita, saat berziarah ke makam Gus Dur di Tebuireng, Jombang. Ia melihat kuburannya berbeda dengan kuburan para pemimpin di belahan dunia mana pun. Tidak ada yang istimewa dari kuburannya. Pusaranya pun biasa saja, tidak memakai monumen seperti pemimpin lain. "Tapi, walaupun tidak ada monumen yang megah, Gus Dur tetap ada di hati rakyat," ucapnya.

Rizal berujar, Gus Dur merupakan satu-satunya pemimpin yang mampu memegang teguh idealisme. Selain itu, toleransinya terhadap pluralisme menjadi contoh bahwa dia merupakan pemimpin yang sangat sederhana semasa hidupnya. "Meski sudah tiada, pemikiran dan perjuangannya tetap dihargai dan hidup di hati rakyat Indonesia," ucapnya.

Ia mengatakan, semasa hidupnya, Gus Dur selalu memberikan pelajaran yang berharga bagi rakyat Indonesia, terutama dalam menghargai sesama manusia. Tidak hanya itu, kini, ucap Rizal, setiap hari ribuan orang datang untuk berdoa dan berziarah ke makamnya. "Karena itu, saya tidak ragu mengatakan Gus Dur adalah wali kesepuluh di Indonesia," ujarnya.[mr/bbs]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...