5 April 2020

Kalau Rizal Ramli Tak Masuk Kabinet, harga BBM Naik. Neolib Berjaya. Rakyat Kian Melarat. Jokowi Krisis Legitimasi

JAKARTA - Belasan nama sudah dipanggil ke Istana Negara oleh presiden Jokowi. Beberapa tokoh dianggap sebagai calon kuat. Memang, ada yang menuai protes. Sebut saja Kuntoro Mangkusubroto, Rini Soemarno, Sofyan Djalil, Para politisi Parpol  dan beberapa nama lain. Mereka menuai resistensi antara lain karena dianggap pernah atau diduga kuat terlibat kasus hukum masa lalu, pelanggar hak asasi manusia, tidak peka terhadap situasi ekonomi rakyat miskin, dan paling parah dituduh sebagai agen asing. Mereka bisa saja bersih, tapi berkualitas medioker dan tak mumpuni.

Namun, rengekan atau juga kritik atas prediksi susunan kabinet yang beredar harus diimbangi dengan penilaian positif terkait masuknya sejumlah nama yang memiliki rekam jejak baik.Dan sosok Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu (64) yang bercokol di tiap prediksi susunan kabinet, dikenal semua orang sebagai sosok tentara yang bersih, tidak cawe-cawe dalam urusan politik dan sangat tegas. Ryamizard juga dinilai sebagai tentara religius yang sangat nasionalis.

Nama lain yang harus masuk adalah Rizal Ramli (RR), karena rekam jejaknya hebat, kompetensi dan integritasnya sebagai pengusung Trisakti Soekarno dan ekonomi konstitusi sangat diakui. ''Kalau RR sebagai ekonom terkemuka,  tak masuk kabinet Jokowi, maka Neolib menang, harga BBM naik, rakyat  bawah kian melarat dan Jokowi krisis legitimasi,'' kata Reinhard MSc dari Bung Karno Institute. Secara moral,  hampir pasti Rizal  Ramli didukung Guntur Soekarno, Adi Sasono dan Buya Ahmad Syafii Maarif kalau diangkat ke Kabinet Jokowi sebagai menko ekuin atau menteri di bidang ekuin Kabinet Jokowi sebab kapasitas, kompetensi dan integritasnya sudah teruji, dan aseptabilitas rakyat kepadanya sangat tinggi. Demikian halnya pasar pun merespon Rizal Ramli positif. Jokowi dihimbau tidak ragu-ragu angkat Rizal Ramli masuk kabinetnya. Demikian pandangan para aktivis dan analis  serta relawan kepada media ini, Jumat sore,  Relawan dan aktivis GMNI yakni Galih Andreanto dan Reinhard MSc menegaskan hal itu, Jumat (24/10/14). Rizal Ramli sejauh ini belum dipanggil ke istana oleh Jokowi, dan itu sinyal bahwa kubu JK dan Neolib berjaya serta sukses mengganjal Rizal Ramli masuk kabinet. Namun kaum relawan balik meminta Jokowi konsisten angkat RR masuk kabinet agar harga BBM tidak naik dan Neoliberalisme bisa digerus atau setidaknya diminimalisasi. Rizal Ramli dan para Ilmuwan ITB siap memberi fomula BBM rakyat yang murah dan tidak naik harganya,sedang para ekonom Neolib hanya mau naikkan harga tanpa melihat dampak politiknya di kalangan rakyat. ''Kalau harga BBM naik, rakyat marah dan membenci Jokowi,'' kata Reinhard MSc..

Dalam beberapa versi perkiraan susunan kabinet, ada nama-nama yang bisa diterima oleh hampir semua kalangan di Tanah Air. Rekam jejak mereka tidak kotor, catatan hukumnya tak ada, dan paling penting pemikiran dan tindakannya selama ini sejalan dengan garis perjuangan Jokowi mewujudkan kedaulatan dalam politik, berdikari dalam ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan (konsep Trisakti)  Ada juga Ignasius Jonan yang dianggap pantas menjadi calon menteri perhubungan, serta Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu yang punya modal moral kuat untuk menjadi menteri pertahanan.
 
Nama-nama yang mendapat poin plus dari publik atau minimal tak mendapat penolakan yang kuat antara lain, Lukman Hakim Saifuddin yang kabarnya diplot menjadi calon menteri agama, Khofifah Indar Parawansa sebagai calon menteri koperasi dan UKM. 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...