4 April 2020

Pandemi Corona Paksa TikTok Batasi Streaming HD

KONFRONTASI-TikTok, platform video pendek seluler, baru-baru ini mengumumkan akan membatasi pemutaran konten definisi tinggi (HD) dalam aplikasi selama 30 hari ke depan. Hal itu untuk meringankan infrastruktur jaringan di Eropa dan langkah ini sudah mulai diberlakukan.

Jadi, TikTok telah mengikuti penyedia streaming video utama, termasuk Facebook pesaing utama mereka, yang juga sudah melakukan langkah ini dengan platform-nya bersama Instagram.

"Meskipun kami ingin platform kami menjadi tempat di mana komunitas kami dapat membuat, berbagi, dan menikmati konten video, kami tidak ingin peningkatan tingkat penggunaan untuk menambah tekanan lebih lanjut pada infrastruktur dan kapasitas jaringan secara keseluruhan. Dengan mengingat hal ini, kami telah membuat keputusan sukarela untuk mencegah pengguna kami di Eropa untuk dapat menonton konten dalam definisi tinggi selama 30 hari ke depan," kata perwakilan TikTok seperti disitat dari situs AllTechDaily.

"Pengguna masih dapat membuat dan berbagi video seperti biasa dan untuk komunitas kami, keputusan ini tidak akan berdampak material pada kualitas pengalaman TikTok mereka. Penyesuaian ini memungkinkan kami untuk memainkan peran yang sangat kecil dalam mengurangi beberapa tekanan pada infrastruktur yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari masyarakat. Sejalan dengan rekan-rekan industri kami, ini adalah keputusan sukarela dengan efek langsung, dan kami akan terus bekerja sama dengan operator jaringan mengenai setiap keputusan terkait di masa depan," kata TikTok lagi.

Karena krisis virus Corona, Uni Eropa telah mendekati berbagai penyedia streaming pada pekan lalu untuk memastikan stabilitas jaringan dengan mengurangi tingkat transmisi. YouTube, Netflix, Apple, dan Disney juga mengikuti permintaan ini.

Perlu disebutkan bahwa menurut laporan terakhir, TikTok melampaui WhatsApp sebagai aplikasi seluler paling banyak diunduh di dunia pada bulan Januari. Angka tersebut merupakan peningkatan besar-besaran atau 46% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Ini juga menunjukkan peningkatan 27% dibandingkan dengan total unduhan pada Desember 2019. Statistik mengungkapkan tiga pasar teratas untuk unduhan TikTok selama periode ini adalah India, Brasil, dan Amerika Serikat.

Dengan demikian, angkanya bahkan bisa lebih tinggi karena tidak termasuk unduhan di platform Android pihak ketiga di China dan wilayah lainnya.(mr/okz)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...