4 April 2020

Microsoft Azure, 'Senjata' Peneliti Vaksin Ebola

Konfrontasi – Virus Ebola menewaskan ribuan jiwa di Afrika dan terus bertambah. Microsoft pun meluncurkan program khusus peneliti Ebola.

Microsoft merilis layanan komputasi awan bernama Azure untuk penyimpanan data bagi peneliti ebola. Microsoft Azure resmi dioperasikan di San Francisco, Amerika Serikat, Selasa (21/10). CEO Microsoft Satya Nadella mengatakan Azure membantu peneliti menemukan vaksin pembasmi ebola atau wabah lainnya.

"Kami membuat Azure agar mampu menjadi komunitas riset. Selain itu, kami memiliki beberapa alat penelitian yang dapat membantu menemukan vaksin. Jadi, kami akan menggabungkan kedua hal itu agar bisa dimanfaatkan sebagai data dan alat riset bagi pekerja medis," tuturnya.

Sebagai pusat data, Azure menyediakan mayoritas informasi dengan kemampuan komputasi terbaik melalui jaringan internet. Program ini menjadi bagian dari rencana Microsoft untuk proyek penyembuhan ebola. Nadella menambahkan peneliti dapat mengajukan proposal dalam Microsoft Azure Awards.

"Akses luas ke jaringan Microsoft dapat membantu para peneliti yang ingin menyimpan dan menganalisis data, seperti untuk penelitian ebola. Azure akan mempermudah proses pengambilan data-data besar yang biasanya sulit jika hanya menggunakan komputer lokal dan jaringan Internet," lanjut Nadella. 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...