5 April 2020

Tak Terima Disebut Penjarah, Warga Palu Bully Wartawan

KONFRONTASI-Aksi penjarahan banyak dilakukan warga di Kota Palu, baik di toserba juga toko toko elektroknik dan supermarket di Kota Palu. Mereka melakukan aksi tersebut lantaran kebutuhan pangan mereka sejak kejadian gempa dan tsunami.

Kejadian tersebut membuat mereka  membutuhkan logistik mulai dari makanan hingga air minum. Pascakejadian tersebut muncul statement dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang membebaskan warga mengambil kebutuhannya di toko asal dicatat yang nantinya akan dibayar oleh Pemerintah daerah.

Namun faktanya yang terjadi kemudian aksi penjarahan semakin terjadi dimana - mana bukan hanya toserba atau supermaket yang memiliki stok sembako atau makanan minuman tapi merembet ke toko elektronik dan toko lainnya hingga ATM pun dibobol masyarakat.

Namun masyarakat tidak terima dengan pemberitaan beberapa media yang menyebutkan mereka melakukan aksi menjarah. Alhasil wartawan yang meliput di Palu menjadi bulan-bulanan masyarakat.

Satu tim Kompas TV mengalami kekerasan yang dilakukan warga juga cemoohan dan hardikan mereka. Hal ini juga dialami oleh Koran SINDO saat perjalanan pulang dari pemakaman massal bersama bebrapa wartawan yang menumpangi mobil pikap TNI.

Beberapa masyarakat berteriak, "Kerjanya bilang jarah aja, kita tuh butuh bukan mencuri. Kalian ini ga beres," ucap seorang warga yang mengantre sembako di Korem 132 Tadulako.

Diberitakan Sindonews.com, masyarakat memang masih butuh sembako air bersih juga air minum, itu nampak dari ribuan orang yang dalam dua hari ini antre berjubel di Korem untuk mengantre sembako

Kepala Penerangan Kodam XIII/Merdeka, Kolonel M Thohir juga mengakui telah terjadi aksi penjarahan yang merajalela di Palu.

"Saat ini bukan hanya menjarah makanan, tapi sudah yang lain-lain, Namun masih bisa terkendali. Memang ada beberapa wilayah yang belum tersentuh, akan kami usahakan untuk bisa masuk," ucapnya.

Dia juga mengatakan sembako logistik yang dibagikan sejak jam 10.00 Wita tadi sudah habis, dan logistik tersebut akan terus berdatangan lagi.

"Logistik didistribusikan tadi pukul 10.00 Wita sudah habis. Malam ini masuk dan masih masuk berdatangan, untuk besok mudah-mudahanan bisa mencover," jelasnya.

Menurutnya, roda ekonomi akan stabil jika asupan air, SPBU, pasar, listrik sudah kondusif. Dia juga mengklarifikasi soal keadaan bandara yang sudah stabil dan tidak ada blokade dari masyarakat.

"Sebenarnya gak ada blokade terhadap bandara. Bandara masih aman. Salah satu solusi kami menyiapkan transportasi laut untuk evakuasi," tegasnya.  [mr/snd]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...