5 April 2020

PKB Surabaya Tolak Calon Boneka

Konfrontasi - DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Surabaya menolak dengan keras wacana memunculkan calon boneka dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surabaya 2015 dengan dalih menyelamatkan demokrasi.

"Dinamika ini bagian dari demokrasi, apalagi yang perlu diselamatkan?" kata Ketua DPC PKB Surabaya Syamsul Arifin sebagaimana dilansir Antara di Surabaya, Selasa (14/7).

Hal ini menanggapi pernyataan Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana yang berencana memunculkan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya baru selain pasangan Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana melalui partai koalisi yang dibentuknya.

"Saya tegaskan ini bukan calon boneka. Artinya, kalau bicara dalam satu koalisi, calon baru itu harus dimunculkan karena ada cela dalam undang-undang, sedangkan yang tidak diputuskan dalam UU apabila itu calon tunggal. Ini bagian dari menyelamatkan demokrasi," kata Whisnu.

Menurut Whisnu, ada empat parpol yang akan bergabung dengan PDIP yakni PAN, Hanura, PPP dan PKB. "Untuk Nasdem belum ada komunikasi intensif, tapi di tingkat DPP sudah ada. Begitu juga saya mendapat kabar bahwa DPP PKB juga menyatakan akan bergabung dengan PDIP," katanya.

Namun semua itu dibantah Syamsul dengan menyatakan bahwa DPP PKB belum memutuskan untuk berkoalisi dengan PDIP. "Kan sudah jelas bahwa PKB tidak berkoalisi dengan PDIP, melainkan dengan Koalisi Majapahit," katanya.

Mengenai usulan PDIP yang membentuk cawali-cawawali lain, PKB dengan keras menolaknya. "Kalau itu yang mau disuguhkan pada PKB, maka itu sama halnya penghinaan terhadap PKB dan partai lain. Kalau ada orang PKB yang menjajakan itu, sama halnya menjajakan harga diri partai," ujarnya.

Soal memunculkan cawali-cawawali lain bagian dari penyelamatan demokrasi, Syamsul balik menanyakan keseriusan PDIP dalam menggalang konsolidasi antar-partai.

"Bagaimana mau bicara demokrasi, safari politik saja PKB tidak dilibatkan," katanya. (rol/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...